Topic outline

  • PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN DAN HERBAL

     

    Dr. Andi Sukainah, S.TP., M.Si.

    Pengajar Pada Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

     

    SELAMAT DATANG DI MODUL PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN DAN HERBAL

    Modul ini berisikan tentang materi pengolahan hasil perkebunan dan herbal, yang terdiri dari komoditas tanaman tahunan, rempah-rempah dan bahan penyegar, serta merencanakan sebuah usaha dan pemasaran produk.

     

    Untuk memperlajari materi komoditas perkebunan dan herbal tidak ada persyaratan khusus yang harus dimiliki oleh peserta, namun untuk mempelajari  perencanaan usaha serta merencankan pemasaran produk olahan hasil perkebunan diharapkan pererta telah memahami prinsip dasar pemasaran. Materi ini sangat relevan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan, karena diharapkan luaran SMK agribisnis pengolahan hasil pertanian, sebagai lulusan siap pakai khususnya pada produksi Perkebunan dan Herbal.

    Petunjuk Belajar

    1. Modul bahan ajar calon guru ini terdiri dari kompetensi dasar pengolahan   hasil  rempah  dan  bahan  penyegar, hasil  perkebunan tanaman tahunan, perencanaan usaha serta menganalisa teknik pemasaran produk
    2. Mulailah belajar dengan kompetensi dasar yang pertama dan seterusnya
    3. Apabila telah selesai mempelajari uraian atau lembar informasi, lanjutkan dengan lembar kerja/tugas
    4. Setelah selesai belajar semua kompetensi dasar dalam satu semester kerjakan lembar penilaian akhir semester.
    5. Apabila anda merasa belum berhasil dan atau hasil penilaian akhir semester masih kurang dari 70, pelajari kembali materi yang merasa masih kurang.

  • KEGIATAN BELAJAR 1: KOMODITAS HERBAL

    Kegiatan belajar 1. membahas tentang komoditas herbal. Makanan herbal adalah makanan mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk  kesehatan  tubuh dan memiliki gizi yang seimbang. Menurut ahli gizi, bahwa makanan herbal terdapat pada empat macam makanan yang terdiri dari: makanan pokok (nasi, jagung, singkong, dan sagu), lauk pauk (daging, ikan, ayam, telur, tahu, tempe dan lainnya), sayur (bayam, wortel, sawi hijau, brokoli, dan lainnya), serta buah (mangga, jeruk, pepaya, apel, srikaya, jeruk, dan lainnya).

    Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    Capaian pembelajaran pada mata kegiatan komoditas herbal adalah:

    1. Calon guru mampu menjelaskan pengertian dan karakteristik bahan makanan herbal
    2. Calon guru mampu melakukan pengolahan makanan dan minuman herbal
    3. Calon guru mampu membuat perencanaan dan analisis produk makanan dan minuman herbal
    4. Calon guru menjelaskan teknik pemasaran produk makanan dan minuman herbal

    Pokok-Pokok Materi

    1. Pengertian dan karakteristik bahan makanan herbal
    2. Pengolahan makanan dan minuman herbal
    3. Perencanaan dan analisis produk makanan dan minuman herbal
    4. Teknik pemasaran produk makanan dan minuman herbal
  • Kegiatan Belajar 2: TEH DAN KOPI

    Kegiatan belajar 2. membahas tentang kopi dan teh. Buah kopi atau Coffea sp. Terdiri atas 3 bagian yaitu lapisan kulit luar  (exocarp),  daging  buah  (mesocarp)  kulit  tanduk  (parchment) dan biji (endosperm). Daging buah terdiri dari 2 bagian luar yang lebih tebal dan keras dan bagian dalam yang sifatnya seperti gel atau lendir.  Bagian  buah  yang  terletak  antara  daging  buah  dan  biji disebut kulit tanduk. Biji   kopi   mengandung   protein,   minyak   atsiri   dan   asam-asam organik. Komposisi bahan tergantung dari jenis, daerah, macam, dan tinggi tanah serta cara penanaman. Buah kopi yang telah dibuang kulit, daging buah, serta kulit tanduknya disebut kopi beras. Secara umum kopi beras ini mengandung air, gula, lemak, selulosa, kafein, dan abu. Sedangkan Teh merupakan bahan minuman penyegar  yang paling populer dan paling banyak dikonsumsi di dunia, setelah air putih. Teh diproduksi dari pucuk daun muda tanaman teh (Camelia sinensis). Produk daun teh dapat berbeda satu sama lain karena melalui cara pengolahan yang berbeda, sehingga ketika daun teh kering tersebut diseduh dengan air panas, akan menimbulkan aroma serta rasa yang khas yang berbeda pula. 

    Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    1. Calon guru mampu menjelaskan karakteristik kopi
    2. Calon guru mampu menerapkan pengolahan kopi dan pengemasan
    3. Calon guru mampu menerapkan pembuatan kopi bubuk, perencanaan dan teknik pemasaran usaha kopi rumahan
    4. Calon guru mampu menjelaskan jenis dan karakteristik teh
    5. Calon guru mampu menerapkan pengolahan teh dan pengemasan

     

    Pokok-Pokok Materi

    1. Karakteristik Kopi
    2. Pengolahan Kopi dan Pengemasan
    3. Pembuatan Kopi Bubuk, Perencanaan Dan Teknik Pemasaran Usaha Kopi Rumahan
    4. Jenis dan Karakteristik Teh
    5. Pengolahan Teh dan Pengemasan
  • Kegiatan Pembelajaran 3: KARET

    Modul ini berisikan tentang materi pengolahan hasil perkebunan karet, yang terdiri dari penyadapan sampai pada pengolahan lateks menjadi sheet. Untuk memperlajari materi komoditas karet tidak ada persyaratan khusus yang harus dimiliki oleh peserta, Materi ini sangat relevan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan, karena diharapkan luaran SMK agribisnis pengolahan hasil pertanian, sebagai lulusan siap pakai khususnya pada produksi pengolahan karet

    Capaian Pembelajaran 

      1. Peserta  mampu menjelaskan  pengertian karet dan kjenis-jenis karet

      2.  Peserta  mampu melakukan pengolahan karet

        3. Peserta mampu menjelaskan standar mutu karet

    Pokok-Pokok Materi

    1. Karet Dan Jenisnya

    2. Pengolahan Karet

    3. Mutu Karet

  • Kegiatan Pembelajaran 4 KELAPA

    Kegiatan belajar 4 membahas tentang kelapa. Kopra  merupakan  hasil  dari  daging  buah  kelapa  yang dikeringkan. Prinsip pembuatan kopra ini adalah melakukan proses pengeringan. Diawali dengan  pembelahan  butir  kelapa  dan dikeringkan. Pengeringan harus segera dilakukan agar kelapa tidak berlendir dan berwarna kuning. Pengeringan dapat dilakukan selama 2 hari dengan dua cara yaitu penjemuran dan pengeringan buatan (menghasilkan kopra yang berwarna  cerah  dan  kandungan air 7-9 %.). Daging buah kelapa yang telah dipisah tersebut dijemur selama 3-5 hari untuk menghasilkan daging buah yang kering. Sehingga untuk  mengeringkan   buah   kelapa  dengan   cara   penjemuran waktu dibutuhkan waktu 7-9 hari.

    Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    Capaian pembelajaran pada mata kegiatan komoditas kelapa adalah:

    1. Calon guru mampu menjelaskan karakteristik kelapa
    2. Calon guru mampu melakukan pengolahan kelapa
    3. Calon guru menjelaskan standar mutu kelapa

    Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    1. Menjelaskan karakteristik kelapa
    2. Melakukan pengolahan kelapa
    3. Menjelaskan standar mutu kelapa

    Pokok-Pokok Materi

    1. Karakteristik Kelapa
    2. Pengolahan Kelapa
    3. Standar mutu minyak kelapa
  • TES SUMATIF MODUL 4

    Selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan kegiatan belajar 1-4. Untuk mengukur pemahaman Anda, silakan mengerjakan tes sumatif berikut ini.

  • TUGAS AKHIR M4

    Lakukanlah pengamatan pada pengolahan minyak goreng dengan cara fermentasi dan cara tradisional, mana yang dianggap paling banyak menghasilkan minyak goreng dan buatlah video nya.

    • DAFTAR PUSTAKA MODUL 4

      Agustin W, 2015. 7 Rahasia Kecantikan Dari Wortel. https://www.brilio.net/life/kenali-7-rahasia-kecantikan-dari-wortel-151003d.html.[03/10/2015]

      Amazing F., 2018. http://amazingfarm.com/news-and-article/sehat-dan-cantik-bersama-teh-oolong-organik/?lang=id[16/06/ 2018].

      Agustin W, 2015. 7 Rahasia Kecantikan Dari Wortel. https://www.brilio.net/life/kenali-7-rahasia-kecantikan-dari-wortel-151003d.html.[03/10/2015]

      Amazing F., 2018. http://amazingfarm.com/news-and-article/sehat-dan-cantik-bersama-teh-oolong-organik/?lang=id[16/06/ 2018].

      Anonim,  2009. Green Tea/Teh Hijau. Diambil dari www. Google.com/Indonesia/Proses Teh Hijau. [02/03/2009].

      Balittri, 2012. Mengenal 4 macam jenis teh. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. Kementrian Pertanian.

      Bambang, K. 1994. Petunjuk Teknis Pengolahan Teh. Balai Penelitian Teh dan Kina. Gambung. Bandung.

      Cecep Risnandar, 2018 Proses pengolahan biji kopi  https://alamtani.com/biji-kopi/

       Dadan R., 2015. Teh: Proses, Karakteristik dan Komponen Fungsionalnya. Foodreview Indonesia Vol.x, No.8. Pusat Penelitian Teh dan kina.

       Dymas T.P., 2009. Teh dan Pengolahannya.http://dymastunggulpanuju. blogspot.co.id/2009/01/teh-dan-pengolahannya-oleh-dymas.html .[05/01/2009].

      Dokter Sehat, 2018. Dokter Sehttp://doktersehat.com/tag/cara-mengolah-bayam/

      Damanik S, 2000. Keterkaitan penawaran kelapa untuk memenuhi permintaan industri kelapa, industri makanan -minuman, industri kosmetik dan permintaan rumah tangga Indonesia.Vol1. No.1.

       Justtry, 2017. Homemade Virgin Coconut Oil. http://www.justtryandtaste.com/2017/04/DIY-Homemade-virgin-coconut-oil-cold-pressed-bagian3-JTT.html.[05/06/ 2017].

       Farah, Adriana, 2012. Coffee: Emerging Health Effects and Disease Prevention, First Edition. John Willey & Sons, Inc and Institute of Food Technologists (USA): Wiley Blackwell Publising Ltd. 

      KBBI, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta. cetakan ke-2. hlm. 304

      Hestianingsih, 2013.  Teh Oolong, Teh Kaya Antioksidan dengan Proses Pembuatan Unik.http://bumn.go.id/ptpn8/berita/7734. [16/05/2013].

       KBBI, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta. cetakan ke-2. hlm. 304

       Konsultan MLG, 2014. Jenis Dan Karakteristik Kopi. https://mlgcoffee.com/2014/09/21/ jenis- dan-karakteristik-kopi/

      Luchman Hakim, 2015. Rempah Dan Herba Kebun Pekarangan Rumah Masyarakat: Keragaman, Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan Kebugaran, Diandra, Yogyakarta.

       Nazaruddin dan Paimin. 1993. Teh, Pembudidayaan dan Pengolahan. Penebar Swadaya. Jakarta.

       PT. Samindo Lestari, 2018.  Mengenal Teh Putih (White Tea). https://tehoolong.com/2018/02/20/mengenal-teh-putih-white-tea/.[20/02/2018].

      PT. Samindo Lestari, 2017.  Inilah Proses Setelah Daun Teh Dipanen https:// tehoolong. com/2017/08/04/teh-dipanen/ [04/08/2017]

      Setyamidjaja, D. 2000. Teh Budidaya Dan Pengilahan Pacapanen. Kanisisus. Yogyakarta. 

      Williams, C. N., 1975. Teh Agronomy of teh Major Tropical Crops. Oxford University Press. New York

      Wings food, 2018. Mengisi Waktu Luang  Belajar Tentang Kopi. http://kopitop.com/article/detail/mengisi-waktu-luang-belajar-tentang-kopi-yuk

      Luchman Hakim, 2015. Rempah Dan Herba Kebun Pekarangan Rumah Masyarakat: Keragaman, Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan Kebugaran, Diandra, Yogyakarta.

      KBBI, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta. cetakan ke-2. hlm. 304

      Lukman. 1985. Penyadapan dan Stimulasi Tanaman Karet. Medan : BPP.

      Safitri C., 2005. Sistem Informasi Proses Pengelolaan Crumb Rubber di PTP Nsantara_VI(Persero) Unit Usaha PLI.

      Setyamidjaja, D., 1993. Karet Budidaya dan Pengolahan. Kanisius. Yogyakarta.

      Sihotang B.2010. tanaman karet. http://www.ideelok.com.

      Tim Penulis PS. 1999. KARET: Strategi Pemasaran Tahun 2000, Budidaya dan     Pengolahan. Penebar Swadaya. Jakarta.

      Triwijoso dan Sri Utami. 1995. Pengetahuan Umum Tentang Karet Hevea. Bogor : Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor.

      KBBI, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta. cetakan ke-2. hlm. 304

      Viany L., 2015. Manfaat Pohon Kelapa.  http://vianylingga.blogspot.co.id/2015/11/manfaat-pohon-kelapa.html.[20/09/2015].