Topic outline

  • PENDAHULUAN

    MODUL HYBRID PPG DALAM JABATAN

    KEUANGAN DAN KEWIRAUSAHAAN

    MUH. DARWIS, S.Pd., M.Pd

    m.darwis@unm.ac.id

    RASIONAL DAN DESKRIPSI SINGKAT

    Persoalan pengangguran di Indonesia pada dasarnya tidak terlepas dari seberapa besar peran pendidikan dalam mencetak lulusan yang umumnya lebih cenderung diarahkan untuk menjadi pencari kerja daripada menciptakan lapangan kerja. Padahal ketimpangan antara ketersedian lapangan kerja dengan pencari kerja sangat tidak seimbang.

    Oleh karenanya untuk mengatasi persoalan pengangguran  perlu ada suatu kurikulum tambahan mengenai kewirausahaan  dalam dunia pendidikan, khususnya pada pendidikan setingkat sekolah menengah atas, kejuruan maupun Aliyah karena pada pendidikan tingkat inilah orientasi anak didik sudah pada dunia kerja. Melalui konsep kurikulum kewirausahaan ini diharapkan anak didik dapat memiliki bekal keterampilan soft skill dan hard skill berwirausaha dengan cara memasukkan muatan kewirausahaan baik secara substansi nilai-nilai kewirausahaan maupun aplikasinya pada setiap proses pembelajaran.

    Secara garis besar Modul Produk Kreatif dan Kewirausahaan ini membahas tentang empat esensi yang akan menjadi acuan para peserta, yaitu perilaku wirausaha dan peluang usaha; pengetahuan tentang produk barang dan jasa; media promosi dan pemasaran; serta laporan keuangan.

    Modul ini dikemas dalam empat kegiatan belajar (4 KB) dan seluruhnya diberi alokasi waktu 32 jam pelajaran (JP), di mana masing masing kegiatan belajar terdiri atas 8 JP. Empat kegiatan belajar tersebut disusun dengan urutan sebagai berikut:

    1)  Kegiatan Belajar 1    : Memahami Perilaku Wirausaha dan Peluang Usaha

    2)  Kegiatan Belajar 2    : Mencipta dan Menguji Produk Barang/Jasa

    3)  Kegiatan Belajar 3    : Menentukan Media Promosi dan Melakukan Pemasaran

    4)  Kegiatan Belajar 4    : Memahami Tata Kelola  Keuangan

    Kegiatan belajar dalam modul ini akan dimulai dengan pemahaman terhadap peserta mengenai perilaku wirausaha dan peluang usaha.  Perilaku usaha harus diperkenalkan kepada peserta, sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pembentukan sikap wirausaha kepada siswa-siswinya.  Selain perilaku wirausaha, peserta juga akan dibekali mengenai peluang usaha, agar wawasan dan kesadaran peserta mengenai peluang usaha di sekitarnya dapat terbentuk.

    Kegiatan belajar selanjutnya adalah mencipta dan menguji produk barang/jasa. Pada kegiatan ini diharapkan peserta akan memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam membuat produk berupa barang maupun jasa serta menguji keberterimaan pasar terhadap sebuah produk barang/jasa tersebut.

    Kegiatan belajar berikutnya akan memberikan wawasan kepada peserta tentang penentuan media promosi dan tata cara melakukan kegiatan pemasaran.  Hai lni merupakan keberlanjutan dari penetapan produk barang/jasa.  Diharapkan peserta dapat menerapkan prinsip-prinsip promosi dan pemasaran, sehingga dapat menerapkanya kepada siswa-siswinya.

    Sementara itu, bagian akhir modul ini akan mengarahkan peserta untuk memahami cara mendesain laporan keuangan.  Melalui koompetensi ini diharapkan peserta dapat menyusun aktivitas keuangannya, terutama dalam pengelolaan kas.

    1. A.     Relevansi

    Kewirausahaan memiliki potensi yang besar untuk menjadi system yang dapat menanggulangi pengangguran dan persoalan keterhambatan dalam pembangunan lainnya.Dengan demikian, menjadi sangat relevan bagi pemerintah untuk memasukkan Kewirausahaan dalam kurikulum pembelajarannya.

    Relevansi antara tuntutan dunia kerja dan urgensi dunia pendidikan untuk menyiapkan pebelajar yang memiliki komepetsn iekwirausahaan dapat terlihat dalam modul ini yangmembahas tentang: 1) pengetahuan mengenai peluang usaha; 2) dasar-dasar pengelolaan bisnis baik berupa produk maupun jasa;  3) kemampuan mengetahui strategi bersaing; 4) mengelola modal, baik modal berbentuk materi maupun nonmateri; 5) pengelolaan media pemasaran; dan 6) penyusunan laporan keuangan.

    Kompetensi-kompetensi tersebut di atas sangat diperlukan, khususnya bagi siapa saja yang bekerja dalam bisnis maupun yang bergelut di bidang lain yang membutuhkan sikap wirausaha.  Dengan demikian,  kehadiran modul ini memberikan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola produk kreatif dan kewirausahaan.

  • KEGIATAN BELAJAR 1: MEMAHAMI SIKAP, PERILAKU DAN PELUANG WIRAUSAHA

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai Memahami sikap, perilaku dan peluang wirausaha, maka disusun capaian pembelajaran dan subcapaian pembelajaran.  Diharapkan peserta akan memperoleh pemahaman awal mengenai capaian pembelajaran dari materi ini. Adapun Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan sebagai berikut:

    1. Memahami sikap dan perilaku wirausaha
    2. Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausaha
    3. Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa
    4. Menentukan peluang usaha produk barang/jasa

    Setelah mengikuti dan melakukan proses pembelajaran, peserta akan dapat:

    1. Menjelaskan hakikat wirausaha
    2. Menjelaskan karakteristik wirausaha
    3. Mengidentifikasikan sikap dan perilaku wirausaha
    4. Mengidentifikasikan keberhasilan dan kegagalan dalam berwirausaha
    5. Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausaha
    6. Menjelaskan konsep peluang usaha
    7. Mengidentifikasi peluang usaha
    8. Menganalisis peluang usaha dengan analisis SWOT
    9. Menyajikan bentuk-bentuk peluang usaha
    10. Menangkap peluang usaha yang sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing secara kreatif dan inovatif
  • KEGIATAN BELAJAR 2: MENCIPTA DAN MENGUJI PRODUK BARANG/JASA

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai Mencipta dan Menguji Produk Barang/Jasa, maka disusun capaian pembelajaran dan subcapaian pembelajaran.  Diharapkan peserta akan memperoleh pemahaman awal mengenai capaian pembelajaran dari materi ini.

    Adapun Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan sebagai berikut:

    1. Menganalisis konsep desain/prototype dan kemasan, serta lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa

    2. Membuat Desain/prototype dan kemasan, alur dan proses kerja pembuatan prototype, prototype  produk barang/jasa

    3. Menghitung biaya produksi prototype produk barang/jasa

    Setelah melakukan kegiatan pembelajaran diharapkan peserta mampu:

    1. Menjelaskan konsep desain/prototype, dan kemasan

    2. Menguraikan langkah-langkah desain/ prototype

    3. Membuat desain produk barang/ jasa

    4. Menguraikan tahapan pembuatan prototype dan kemasan produk barang/jasa

    5. Menjelaskan Pengertian biaya produksi

    6. Menganalisis cara menghitung total, rata-rata, marginal, biaya produksi.

    7. Menghitung biaya produksi

  • KEGIATAN BELAJAR 3: MENENTUKAN MEDIA PROMOSI DAN MELAKUKAN PEMASARAN

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai Menentukan Media Promosi dan Melakukan Pemasaran, maka disusun capaian pembelajaran dan subcapaian pembelajaran.  Diharapkan peserta akan memperoleh pemahaman awal mengenai capaian pembelajaran dari materi ini. Adapun Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan sebagai berikut:

    Capaian Pembelajaran

    1. Menentukan media promosi
    2. Membuat media promosi berdasarkan segmentasi pasar, dan bagan perkembangan usaha
    3. Menyeleksi strategi pemasaran
    4. Melakukan pemasaran

    Sub Capaian Pembelajaran

    1. Menjelaskan konsep promosi, dan pemasaran
    2. Menguraikan perencanaan bentuk promosi
    3. Membuat media promosi berdasarkan segmenetsi pasar, dan bagan perkembangan usaha.
    4. Menjelaskan konsep pemasaran
    5. Menyusun marketing plan
    6. Menganalisis strategi pemasaran, dan  bauran pemasaran
    7. Menganalisis bauran pemasaran
    8. Melakukan pemasaran pada usaha dunia nyata.

    Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, maka disajikan beberapa pokok materi yang akan membantu peserta memahami perilaku wirausaha dan peluang usaha.  Berikut ini sajian materinya.

    1. Konsep promosi
    2. Merencanakan bentuk promosi
    3. Konsep pemasaran
    4. Rencana pemasaran (marketing plan)
    5. Strategi pemasaran
    6. Bauran pemasaran
    7. Melakukan pemasaran pada usaha dunia nyata.

  • KEGIATAN BELAJAR 4: MEMAHAMI TATA KELOLA KEUANGAN

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai Memahami Tata Kelola Keuangan, maka disusun capaian pembelajaran dan subcapaian pembelajaran.  Diharapkan peserta akan memperoleh pemahaman awal mengenai capaian pembelajaran dari materi ini. Adapun Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan sebagai berikut:

    1. Menguasai tata kelola keuangan
    2. Menguasai prosedur tata kelola keuangan

    Sub Capaian Pembelajaran

    1. Memahami tata kelola keuangan
    2. Menguasai regulasi tata kelola keuangan
    3. Menerapkan prosedur tata kelola keuangan
    4. Menerapkan prinsip-prinsip tata kelola keuangan

    Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, maka disajikan beberapa pokok materi yang akan membantu peserta memahami tata kelola keuangan.  Berikut ini sajian materinya.

    1. Menguasai Tata Kelola Keuangan
      1. Pengertian administrasi keuangan
      2. Komponen-komponen administrasi keuangan
      3. Fungsi dan manfaat administrasi keuangan
      4. Dasar pengelolaan administrasi keuangan
      5. Dasar kebijakan pengelolaan keuangan
      6. Regulasi tentang pengelolaan keuangan
    2. Menguasai Prosedur Tata Kelola Keuangan
      1. Pengertian Laporan Keuangan
      2. Tujuan Laporan Keuangan
      3. Macam-macam Laporan Keuangan
      4. Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
      5. Peralatan yang dibutuhkan dalam Menyusun Laporan Keuangan
      6. Sistem penerimaan dan pengeluaran kas
      7. Sistem Akuntansi penerimaan kas
      8. Sistem Akuntansi Pengeluaran kas
      9. Dokumen pengeluaran kas