Topic outline

  • PENDAHULUAN

    modul 5 perkantoran

    MODUL HYBRID DALAM JABATAN

    HUMAS DAN KEPROKOLAN

    HAERUL, S.Pd.,M.Pd.
    haerul_hrl@yahoo.co.id

    RASIONAL DAN DESKRIPSI SINGKAT 

    Perkantoran merupakan hal yang sangat vital dan hal yang sangat penting bagi para pelaku organisasi. Hal ini diwujudkan dengan adanya perkantoran pada setiap organisasi. Dengan adanya perkantoran, tugas dari pelaku organisasi dapat diselesaikan dengan baik, sehingga organisasi dapat mencapai visi,misi dan tujuannya.

    Pada pelaksanaan operasional perkantoran sangat membutuhkan kelengkapan sarana dan prasarana untuk menciptakan pekerjaan yang berkualitas, efektif dan efesien. Dengan pengelolaan sarana dan prasarana yang baik sangat menunjang terlaksananya pekerjaan, akan tetapi terkadang sarana dan prasarana pada suatu lembaga pendidikan atau perkantoran dikelola dengan pengetahuan yang relatif kurang memadi sehingga sering terjadi ketidak tepatan penggunaanya.

    Oleh sebab itu, modul ini disusun untuk memberikan pengetahuan dasar tentang ruang lingkup dan pengelolaan sarana dan prasarana.

    Secara garis besar modul otomatisasi tata kelola sarana dan Prasarana ini membahas tentang empat esensi yang akan menjadi acuan para peserta, yaitu pengelolaan sarana dan prasarana

    Modul ini dikemas dalam empat kegiatan belajar (4 KB) dan seluruhnya diberi alokasi waktu 32 jam pelajaran (JP), di mana masing masing kegiatan belajar terdiri atas 8 JP. Empat kegiatan belajar tersebut disusun dengan urutan sebagai berikut:

    1.   Kegiatan Belajar 1    :  Regulasi dan Ruang Lingkup Sarana Prasarana

    2.   Kegiatan Belajar 2    : K3 Perkantoran

    3.   Kegiatan Belajar 3    :  Perabot, Interior dan Tata Ruang Kantor

    4.   Kegiatan Belajar 4    : Administrasi Sarana dan Prasarana

    Kegiatan belajar dalam modul ini akan dimulai dengan pemahaman terhadap peserta mengenai regulasi dan ruang lingkup sarana dan prasarana. Regulasi sebagai dasar acuan yang telah diatur dalam undang-undang, Peraturan pemerintah dan Peraturan mentri tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja sehingga peserta memahami aturan yang berlaku dan mengikat serta memahami pembagian ruang lingkup sarana dan prasarana kantor.

    Kegiatan belajar selanjutnya adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Perkantoran. Pada pembelajar ini diharapkan peserta memahmi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam bekerja dan mengetahui cara mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

    Kegiatan belajar berikutnya adalah penggunaan prabot, interior dan tata ruang kantor. Diharapkan peserta dapat memanfaatkan prabot kantor, memberikan nuansa estetika pada ruang kantor dengan berbagai interior serta mampu menata ruang sehingga dapat bekerja dengan nyaman dan aman.

    Sementara itu, bagian akhir modul ini akan mengarahkan peserta untuk memahami cara mengelola atau mengatur sarana dan prasarana mulai dari perencanaan, penerimaan, penyimpanan, penyalura, perawatan, inventarisasi hingga penghapusan.

    RELEVANSI

    Sarana dan prasarana memiliki potensi yang besar untuk menjadi system otomatisasi perkantoran dalam melaksanakan kegiatan perkantoran. Dengan demikian menjadi sangat relevan bagi pemerintah untuk memasukkan sarana dan prasarana (sarpras) perkantoran dalam kurikulum pembelajaranya.

    Relevansi antara tuntutan dunia kerja dan urgensi dunia pendidikan untuk menyiapkan pembelajaran yang memiliki kompetensi tata kelola sarana dan prasarana dapat terlihat dalam modul ini yang membahas tentang: 1) Mengaplikasikan penggunaan mesin-mesin kantor, 2) Mengaplikasikan Langkah-langkah untuk memperbaiki lingkungan kerja, 3) menata interior dan tata ruang kantor, 4) melakukan pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penyaluran, perawatan, inventarisasi, hingga penghapusan.

    Kompetensi-kompetensi tersebut di atas sangat diperlukan, khususnya bagi siapa saja yang bekerja dalam dunia perkantoran maupun yang bergelut di bidang lain yang membutuhkan sarana dan prasarana perkantoran.  Dengan demikian, kehadiran modul ini memberikan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola sarana dan prasarana perkantoran.

  • KEGIATAN BELAJAR 1: REGULASI DAN RUANG LINGKUP SARANA PRASARANA

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai regulasi dan ruang lingkup sarana prasarana, maka disusun capaian pembelajaran sebagai berikut:

    1.    Memahami regulasi dan pengertian sarana dan prasarana

    a.    Menjelaskan regulasi dan pengertian sarana dan prasarana

    2.    Memahami regulasi sarana dan prasarana

    a.    Mengidentifikasi regulasi sarana dan prasarana

    3.    Memahami ruang lingkup sarana dan prasarana

    a.    Mengidentifikasi ruang lingkup sarana dan prasarana

    4.    Mengaplikasikan pengunaan mesin-mesin kantor

    a.    Menerapkan penggunaan mesin-mesin kantor

    5.    Memahami tujuan dan fungsi administrasi sarana dan prasarana

    a.    Menjabarkan tujuan dan fungsi administrasi sarana dan prasarana

    Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, maka disajikan beberapa pokok materi yang akan membantu peserta memahami regulasi dan ruang lingkup saran prasarana.  Digambarkan pada kerangka materi berikut ini:

  • KEGIATAN BELAJAR 2 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERKANTORAN

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran, maka disusun sebagai berikut:

    1.    Memahami definisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

    a.    Menjelaskan pengertian kesehatan Kerja

    b.    Menjelaskan pengertian keselamatan Kerja

    c.    Menjelaskan pengertian keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

    2.    Memahami tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

    a.    Mengemukakan tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

    3.    Memahami prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perkantoran

    4.    Memahami Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja

    a.    Menguraikan Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja

    5.    Memahami Upaya meningkatkan Keselamatan Kerja

    a.    Menjabarkan pencegahan  keselamatan kerja

    6.    Mengaplikasikan Langkah-langkah untuk memperbaiki lingkungan kerja

    a.    Menerapkan langkah-langkah untuk memperbaiki lingkungan kerja

    Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, maka disajikan beberapa pokok materi yang akan membantu peserta memahami keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran.  Digambarakan kerangka materi sebagai berikut:

  • KEGIATAN BELAJAR 3 : PERABOT, INTERIOR DAN TATA RUANG KANTOR

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai perabot, interior dan tata ruang kantor, maka disusun sebagai berikut:

    1.    Memahami perabot kantor

    a.      Menjelaskan perabot kantor

    2.    Mengaplikasikan penataan interior kantor

    a.    Menerapakan penataan interior kantor

    3.    Mengaplikasikan penataan tata ruang kantor

    a.    Menerapkan penataan tata ruang kantor

    Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, maka disajikan beberapa pokok materi yang akan membantu peserta memahami perabot, interior dan tata ruang kantor.  digambarakan pada kerangka mataeri berikut ini:

  • KEGIATAN BELAJAR 4 : ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA

    Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai administrasi sarana dan prasarana, maka disusun sebagai berikut:

    1.    Menganalisis perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kantor

    2.    Menerapkan pengadaan sarana dan prasarana

    3.    Menerapkan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran sarana dan prasarana

    4.    Menerapkan inventarisasi sarana dan prasarana

    5.    Menerapkan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana

    6.    Menerapkan penghapusan sarana dan prasarana

    Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, maka disajikan beberapa pokok materi yang akan membantu peserta memahami administrasi sarana dan parasarana.  Digambarkan pada kerangka materi berikut ini: