Topic outline

  • Pengumuman

    Informasi dan Pengumuman terkait Modul Elektronika 6

  • KB-1. Menerapkan Sintaks Program Mikroprosesor

    Dalam sistem komputer prosesor bukanlah komponen yang dapat bekerja sendiri, tetapi harus dibantu oleh bagian-bagian  lain seperti : Alat Input-Output (I/O), Memory, Clock, Alat Penyimpan Data (Storage) dan Alat-alat Kendali Luar (peripheral). Prosesor  yang merupakan otak dari sistem komputer yang setiap tahapan langkahnya dikendalikan oleh sumber detak berupa osilator yang disebut clock. Banyaknya detak yang tejadi setiap detik menentukan kecepatan kerja prosesor. Kalau saat ini  prosesor Pentium IV bekerja pada frekuensi detak 2,8 GHz, maka berati ada sebanyak  2.800.000.000 detak/detik. Bila diasumsikan dalam satu detak prosesor mampu melakukan satu operasi (ada operasi yang hanya memerlukan satu kali detak, tetapi umumnya satu operasi diselesaikan dalam lebih dari 1 kali detak) maka sebanyak itu pula operasi yang dilakukan oleh prosesor.

    Untuk memasukan data yang akan diproses, prosesor memerlukan alat input, yang berguna untuk memasukkan data, dan dengan perintah tertentu prosesor memproses data yang masuk sesuai kebutuhan. Sementara itu, untuk  menampilkan informasi hasil pemrosesan data, prosesor memerlukan alat output, untuk menampilkan informasi agar dapat dibaca manusia atau digunakan untuk mengendalikan peralatan. Dalam sistem komputer, peralatan yang terhubung ke bagian masukan dan/atau  bagian keluaran disebut sebagai alat  I/O (input output).

     

    Memahami dan Mengkreasi alur program  untuk menyeleasikan permasalahan

     

    Sub Capaian Pembelajaran:

    1. Memahami alur kerja program komputer
    2. Merancang dan menyiapkan alur kerja program komputer untuk menyelesaikan permasalahan tertentu
    3. Memahami alur kerja program mikroprosesor
    4. Merancang dan menyiapkan program mikroprosesor untuk menyelesaikan permasalahan tertentu

     

    1. Arsitektur sistem komputer
    2. Bagian-bagian komputer
    3. Arsitektur Mikroprosesor
    4. Pemrograman Mikroprosesor
  • KB-2. Menerapkan Sintaks Program Mikrokontroler

    Mikrokontroler dirancang untuk penggunaan praktis berskala kecil. Rancangan mikrokontroler memuat mikroprosesor dan alat–alat bantunya seperti memori, I/O dan  timer dalam satu buah chip.  Hanya dengan sebuah chip mikrokontroler dapat menjalankan program-program layaknya sebuah komputer walaupun dengan kemampuan terbatas, sehingga mikrokontroler disebut juga Single Chip Computer. Mikrokontroler berkembang bersamaan dengan perkembangan mikroprosesor. Tetapi mikroprosesor sepertinya lebih familiar dalam kehidupan sehari-hari karena telah digunakan sebagai otak dari sebuah sistem komputer. Tapi saat ini sebenarnya mikrokontroler juga telah akrab dengan kehidupan manusia, sebagai pusat kontrol  dari berbagai peralatan otomatis. Misalnya, mikrokontroler ada dalam peralatan VCD player, televisi, mesin cuci, pendingin udara, minicompo, remote kontrol timbangan elektronik, mesin fotocopy, mesin wartel, printer, scanner dan lain-lain. Mikrokontroler dipasaran juga terdapat banyak versi mulai dari yang untuk keperluan khusus hingga yang untuk keperluan umum. Beberapa kelompok  mikrokontroler yang terkenal adalah dari keluarga Intel, Atmel, Motorola, Microchip, Texas Instrument, Fujitsu dan lail-lain. Tahun 1993, Atmel mengeluarkan seri mikrokontroler berdasarkan arsitektur MCS51 dari Intel dengan memakai teknologi flash PEROM sebagai pengganti PEROM. Dengan flash PEROM ini, program yang telah dituliskan bisa dihapus berulang kali sampai 1000 kali sampai  dirasakan program telah berjalan sesuai dengan keinginan. Hal ini sangat menghemat biaya dalam pembuatan program mikrokontroler. Seri mikrokontroler Atmel adalah AT89S51 dengan beberapa variannya kemudian menjadi terkenal sekali karena kemampuannya, teknologi flash PEROM, sudah menjadi standard industri dan harganya yang murah sekali. Dengan alasan itu, maka dalam praktikum ini juga akan dipelajari mikrokontroler Atmel AT89S51. AT89S51 adalah mikrokontroler dari Atmel yang kompatibel (bisa dipertukarkan) dengan MCS51 buatan Intel.

     

    1. Menganalisis alur program mikrokontroler
    2. Merancang sistem kontrol berbasis mikrokontroler
    3. Menerapkan sintak-sintak pemrograman mikrokontroler
    4. Mengevaluasi program mikrokontroler dengan fungsi tertentu

     

    Sub Capaian Pembelajaran:

    1. Menguraikan Urutan Eksekusi dan Keluaran Program Mikrokontroler Menggunakan  Flowchart
    2. Menguraikan Sistem Kontrol Berbasis Mikrokontroler untuk Fungsi Tertentu
    3. Menyiapkan Program Komputer Untuk Menyelesaikan Masalah  Tertentu Dengan Menggunakan Sintaks Yang Tepat
    4. Menilai Program Mikrokontroler Untuk Melakukan TugasTertentu

     

    1. Arsitektur sistem Mikrokontroler
    2. Pemrograman Mikrokontroler
    3. Membuat Program Mikrokontroler untuk Aplikasi Tertentu
    4. Mengevaluasi Program Mikrokontroler dengan Fungsi Tertentu
  • KB-3. MERANCANG SISTEM KONTROL BERBASIS PLC

    Sistem adalah suatu susunan, set, atau sekumpulan sesuatu yang terhubung atau terkait sedemikian rupa sehingga membentuk sesuatu secara keseluruhan; definisi ke-2. Sistem adalah susunan komponen fisik yang terhubung atau terkait sedemikian rupa sehingga membentuk atau bertindak sebagai seluruh unit dalam satu kesatuan. Sedangkan kata kontrol atau kendali biasanya diartikan mengatur, mengarahkan, atau perintah. Dari definisi ini, maka Sistem Kendali adalah suatu susunan komponen fisik yang terhubung atau terkait sedemikian rupa sehinga dapat memerintah, mengarahkan, atau mengatur diri sendiri   atau   sistem   lain.   Di   dalam   dunia engineering dan science sistem   kendali cenderung dimaksudkan untuk sistem kendali dinamis. Sistem kendali (control system) adalah sistem yang digunakan untuk membuat suatu perangkat menjadi terkendali sesuai dengan keinginan manusia. Sistem kendali tidak hanya sistem kendali buatan manusia, tetapi juga banyak sekali sistem kendali yang terjadi secara natural mulai dari elemen terkecil tubuh manusia hingga kompleksitas alam semesta.

    Memahami, merancang dan mengaplikasikan sistem kendali pada industri

    Sub Capaian Pembelajaran

    1. Mahasiswa dapat mengetahui sistem kendali terbuka dan tertutup
    2. Mahasiswa dapat memahami cara kerja relay, pneumatik, dan PLC
    3. Mahasiswa dapat memahami sistem pengkabelan PLC
    4. Mahasiswa dapat memahami bahasa pemrograman PLC
    5. Mahasiswa dapat menerapkan kendali sederhana menggunakan relay dan PLC

    1. Pengenalan Sistem Kontrol Terbuka menggunakan berbagai perangkat kontrol elektronik.
    2. Pengenalan Sistem Kontrol Tertutup menggunakan berbagai perangkat kontrol elektronik.
    3. Pengenalan Sistem Kontrol konvensional Relay, Kontaktor, dan Pneumatik.
    4. Pengenalan Programmable Logic Controller (PLC).
  • KB-4. MENERAPKAN DAN MENGEVALUASI SISTEM KENDALI BERBASIS PLC

    Sistem kontrol proses terdiri atas sekumpulan piranti-piranti dan peralatan- peralatan elektronik yang stabil, akurat, dan mampu mengeliminasi transisi status yang berbahaya dalam proses produksi. Masing- masing  komponen  dalam  sistem  kontrol  proses  tersebut memegang peranan penting, tidak peduli ukurannya. Misalnya saja, jika sensor tidak ada atau rusak atau tidak bekerja, maka sistem kontrol proses tidak akan tahu apa yang terjadi dalam proses yang sedang berjalan.

    PLC (Programmable Logic control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relay yang dijumpai pada sistem  kontrol  proses  konvensional.  PLC  bekerja  dengan  cara  mengamati masukan  (melalui  sensor-sensor  terkait),  kemudian melakukan  proses  dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logika 0 atau 1, hidup atau mati). Pengguna membuat program (yang umumnya dinamakan diagram tangga atau ladder diagram) yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan, Dengan kata lain, PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati.

     Menerapkan sistem kendali berbasis PLC

    Sub Capaian Pembelajaran:

    Setelah mempelajari kegiatan belajar ini mahasiswa dapat mengevaluasi sistem kendali industri berbasis PLC

     

    Materi pembelajaran disusun dengen sistematika sebagai berikut

    1. Pengenalan sistem kontrol proses dan Programmable Logic Controller (PLC)
    2. Pengenalan bahasa pemrograman Programmable Logic Controller sebagai pengendali
    3. Pengenalan bermacam- macam aplikasi Programmable Logic Controller