Topic outline

  • General

  • KB-1. CATU DAYA SWITCHING

    Pada kegiatan belajar ini, Saudara akan diajak untuk memahami dan menganalisis komponen elektronika yang berfungsi sebagai switching pada sistem catu daya. Setelah mempelajari bagian ini  diharapkan Saudara dapat menguraikan prinsip kerja komponen switching pada catu daya. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam merancang catu daya mode switching pada rangkaian. Saudara juga diharapkan dapat mengevaluasi kinerja catu daya switching.

     

    Menganalisis dan mengevaluasi komponen elektronika sebagai switching pada sistem catu daya

    Sub capaian pembelajaran :

    1. Menguraikan catu daya secara umum
    2. Menguraikan prinsip kerja komponen switching pada catu daya
    3. Merancang catu daya switching pada rangkaian tertentu
    4. Mengevaluasi kinerja catu daya switching
  • KB-2 FREKUENSI GELOMBANG RADIO PADA APLIKASI SISTEM TELEKOMUNIKASI

    Dalam kegiatan belajar ini akan Saudara akan diajak untuk menganalisis frekuensi gelombang radio pada aplikasi sistem telekomunikasi. Saudara diharapkan dapat menguraikan karakteristik propagasi gelombang radio. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam  mengklasifikasikan spektrum gelombang radio pada aplikasi sistem telekomunikasi.

    Menganalisis frekuensi gelombang radio pada aplikasi sistem telekomunikasi.

    Sub capaian pembelajaran :

    1. Menguraikan karakteristik propagasi gelombang radio
    2. Mengklasifikasikan spektrum gelombang radio pada aplikasi   sistem telekomunikasi
  • KB-3. ANTENA PADA SISTEM TELEKOMUNIKASI

    Antena merupakan bagian dari sistem telekomunikasi frekuensi radio yang memiliki peranan penting dalam penyampaian informasi melalui radio. Antena berasal dari bahasa latin “antenna" (tiang kapal layar) yang  berarti “penyentuh atau peraba” yang dimaknai dalam teknik komunikasi sebagai penyentuh atau menelusuri gelombang elektro-magnetik (EM) pada sisi penerima.

    Fungsi antena pada sisi pemancar (transmitter) adalah untuk mengubah besaran sinyal/gelombang listrik menjadi gelombang EM dan menyebarkan ke udara bebas untuk dapat diterima oleh antena disisi penerima (receiver) menjadi gelombang listrik kembali, seperti ditunjukan pada Gambar 3.1. Antena (di Inggris dan Australia dinamai aerial) dibuat dari bahan koduktor (logam), umumnya tembaga atau aluminium yang disusun sedemikian rupa, sehingga memiliki karakteristik spesifik untuk digunakan pada sistem telekomunikasi tertentu.

    Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, Saudara diharapkan dapat:

    1. Mengetahui peranan antena pada sistem telekomunikasi.
    2. Memahami karakteristik dan parameter antena yang digunakan pada sistem telekomunikasi.
    3. Membandingkan macam, bentuk dan bagian-bagian antena yang digunakan dalam sistem telekomunikasi berdasarkan spektrum dan propagasi gelombang elektromagnetik
    4. Melakukan pengukuran antena

    Materi pada topik mengenai antena ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

    1. Pendahuluan
    2. Karakteristik Dasar Antena
      • Antena Gain (Penguatan Antena)
      • Aperture
      • Directivity, Bandwidth, VSWR dan Return Loss
      • Polarization
      • Polar diagram
    3. Menghitung Panjang Gelombang
    4. Beban Antena
    5. Pengaruh Tanah
    6. Macam, Bentuk dan Bagian-bagian Antena
      • Macam dan Jenis antena
      • Macam, bentuk dan bagian-bagian antena berdasarkan spektrum dan propagasi gelombang elektromagnetik
        • Antena Dipole Dan Monopole
        • Antena Very Low Frequency
        • Antena Low Frequency
        • Antena High FrequencyAntena Yagi
        • Antena Very High Frequency
        • Antena Yagi untuk dual band VHF dan UHF
    7. Pengukuran Antena
  • KB-4. PERAWATAN DAN PERBAIKAN PERANGKAT CATU DAYA DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

    Pada dasarnya sasaran dan tujuan manajemen pemeliharaan dan perbaikan sangat tergantung dari misi (hal yang ingin dicapai) oleh suatu organisasi. Tentu saja misi ini akan berbeda antara organisasi satu (misalnya sekolah) dengan organisasi lainnya (misalnya misi industri perakitan mobil). Tujuan pemeliharaan dan perbaikan di sekolah umumnya hanya untuk memperpanjang usia pakai alat. Banyak sekolah yang belum mempunyai unit khusus untuk penanganan pemeliharaan dan perbaikan peralatan maupun fasilitas lainnya. 

    Bagi sebagian industri, masalah pemeliharaan dan perbaikan secara umum selalu dikaitkan dengan tanggungjawabnya terhadap kualitas produk yang dihasilkan,  tepat waktu dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Industri atau organisasi besar bahkan mempunyai misi yang selalu dikaitkan dengan aset dan investasi. Jadi kegiatan pemeliharaan dan perbaikan alat dan fasilitas lain diperhitungkan sebagai bagian dari aset dan investasi. Oleh karena itu, bagian atau unit pemeliharaan dan perbaikan merupakan bagian yang sangat penting dari organisiasi semacam ini.

    Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, anda dapat:

    1. Memahami prinsip dan manajemen pemeliharaan dan perawatan
    2. Membedakan  metoda-metoda pelacakan kerusakan perangkat catu daya dan telekomunikasi.
    3. Melakukan analisis problem solving berdasarkan metoda pelacakan kerusakan pada perawatan dan perbaikan perangkat catu daya dan telekomunikasi
    4. Melakukan perawatan dan perbaikan perangkat catu daya dan telekomunikasi

     

    Materi pembelajaran disusun dengan sistematika sebagai berikut

    1. Pendahuluan
    2. Prinsip manajemen pemeliharaan dan perbaikan
    3. Metoda-metoda pelacakan kerusakan perangkat catu daya dan telekomunikasi
    4. Analisis problem solving berdasarkan metoda pelacakan kerusakan pada perawatan dan perbaikan perangkat catu daya dan telekomunikasi
    5. Perawatan dan perbaikan perangkat catu daya dan telekomunikasi