Topic outline

  • MODUL 5: KONSELING INDIVIDU

    PENDAHULUAN MODUL 5

    Konseling merupakan suatu hubungan yang bersifat membantu yaitu adanya interaksi antara konselor dan konseli dalam suatu kondisi yang membuat konseli terbantu dalam mencapai perubahan dan belajar membuat keputusan sendiri serta bertanggung jawab atas keputusan yang ia ambil. Seperti halnya profesi lainnya konseling sebagai cabang ilmu dan praktik pemberian bantuan kepada individu pada dasarnya memiliki pengertian spesifik sejalan dengan konsep yang dikembangkan dalam lingkup ilmu dan profesinya. Di antara berbagai ilmu yang memiliki kedekatan hubungan dengan konseling adalah psikologi, bahkan secara khusus dapat dikatakan konseling merupakan aplikasi dari psikologi. Hal ini dapat dilihat terutama pada tujuan, teori yang digunakan dan proses penyelenggaraannya.

    Konseling profesional merupakan layanan terhadap konseli yang dilaksanakan dengan   sungguh-sungguh dan dapat dipertanggung-jawabkan dasar keilmuan dan teknologinya. Penyelenggaraan konseling profesional bertitik tolak dari pendekatan-pendekatan yang dijadikan sebagai dasar acuannya (Corey, 2013). Secara   umum,   pendekatan   konseling   hakikatnya   merupakan sistem konseling yang dirancang dan didesain berdasarkan teori-teori dan terapan- terapannya  sehingga  muwujudkan  suatu  struktur  performansi  konseling. Bagi konselor, penggunaan pendekatan konseling merupakan pertanggung jawaban ilmiah dan teknologi dalam menyelenggaraan konseling.

    Sekurang-kurangnya ada lima kriteria pendekatan yang baik, yaitu : (1) jelas, artinya dapat dipahami dan tidak mengandung pertentangan di dalamnya, (2) komprehensif, yaitu dapat menjelaskan fenomena secara menyeluruh, (3) eksplisit, artinya setiap penjelasan didukung oleh bukti-bukti yang dapat diuji, (4) parsimonius, artinya menjelaskan data secara sederhana dan jelas, dan (5)  dapat menurunkan penelitian yang bermanfaat.

    Modul pendekatan konseling individu disusun mendasarkan pada beberapa kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Tujuannya adalah memberikan kompetensi profesional bagi guru bimbingan dan konseling ataupun konselor baik secara teoritik maupun praksis terutama pada penguasaan pendekatan-pendekatan konseling individu yang bersifat aplikatif.

    Modul konseling individu disusun dengan memfokuskan pada empat pendekatan konseling yaitu Pendekatan Konseling Berpusat Pribadi (Person-Centered Counseling), Pendekatan Konseling Perilaku (Behavior Counseling), Pendekatan Konseling Rational Emotive Behavior, dan Pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling). Berdasarkan empat pendekatan tersebut maka pendekatan konseling berisi enam pokok materi yang meliputi (1) latar belakang teori, (2) konsep dasar, (3) tujuan konseling, (4) Prosedur konseling, (5) teknik konseling dan (6) keunggulan dan keterbatasan pendekatan.

    Modul pendekatan konseling individu dirancang secara komprehensif sehingga memiliki kesesuaian dengan capaian pembelajaran lulusan khususnya pada program pendidikan profesi guru bimbingan dan konseling atau konselor yaitu penguasaan pengetahuan dan keterampilan pendekatan konseling individu.

    Setelah mempelajari modul ini, Peserta PPG diharapkan mampu memahami, menguasai, dan mengelola prosedur dan teknik Pendekatan Pendekatan Konseling Berpusat Pribadi (Person-Centered Counseling), Pendekatan Konseling Perilaku (Behavior Counseling), Pendekatan Konseling Rational Emotive Behavior, dan Pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling). Pada modul ini, Peserta didik ditekankan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan konseling individu terutama Pendekatan Konseling Berpusat Pribadi (Person-Centered Counseling).

    CAPAIAN PEMBELAJARAN MODUL 5

    Setelah mempelajari modul ini Peserta PPG diharapkan, "Mampu mengelola (merancang, menyusun, mengorganisasi, melaksanakan, memonitor, dan mengevaluasi) konseling individual dengan menggunakan pendekatan, prosedur, dan teknik konseling berdasarkan kebutuhan sasaran layanan."

    POKOK MATERI MODUL 5
    1. Pendekatan Konseling Berpusat Pribadi (Person Centered Counseling)
    2. Pendekatan Konseling Perilaku (Behavioral Counseling)
    3. Pendekatan Konseling Rational Emotive Behavior
    4. Pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi
    PETUNJUK BELAJAR

    Proses belajar melalui bahan modul akan berjalan dengan lancar apabila Anda mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

    1. Pahami arah dan tujuan dari pembahasan modul ini.
    2. Pahami kegiatan penting dalam modul ini mulai tahap awal hingga akhir.
    3. Pelajari Kegiatan Belajar secara berurutan, kemudian ikuti dengan melaksanakan kegiatan atau tugas serta kerjakan tes formatif.
    4. Keberhasilan kegiatan belajar ini sangat bergantung pada kesungguhan Anda dalam memahami uraian materi dan mengerjakan tugas serta tes. Oleh karena itu, Anda belajar dan berlatihlah secara sungguh-sungguh dan bila diperlukan berdiskusilah dengan teman sejawat.
    5. Bila Anda mengalami kesulitan, maka hubungilah instruktur/fasilitator Anda.
    SELAMAT BELAJAR
    • M5 KB1: Pendekatan Konseling Berpusat pada Pribadi (Person-Centered Counseling)

      Capaian Pembelajaran M5 KB1 

      Adapun sub capaian pembelajaran Kegiatan Belajar 1 adalah:

      1. Peserta PPG mampu menjelaskan dan merangkum latar belakang, konsep dasar, tujuan, prosedur dan teknik, serta keterbatasan pendekatan konseling berpusat pribadi (Person Centered Counseling). 
      2. Peserta PPG mampu menganalisis masalah dalam konteks pendekatan konseling berpusat pribadi (Person Centered Counseling).
      3. Peserta PPG mampu merancang contoh proses konseling dengan menggunakan pendekatan konseling berpusat pribadi (Person Centered Counseling).
      4. Peserta PPG mampu menerapkan pendekatan konseling berpusat pribadi (Person Centered Counseling) dalam proses konseling riil dan tersupervisi.

      Pokok Materi M5 KB1
      1. Latar Belakang
      2. Konsep Dasar
      3. Tujuan Konseling
      4. Prosedur Konseling
      5. Teknik Konseling
      6. Keunggulan dan Keterbatasan

      Uraian Materi M5 KB1
      Files: 8Pages: 3Forum: 1Quiz: 1
    • M5 KB2: Pendekatan Konseling Perilaku (Behavior Counseling)

      Capaian Pembelajaran M5 KB2

      Adapun Sub Capaian Pembelajaran Kegiatan Belajar 2 adalah:

      1. Peserta PPG mampu menjelaskan latar belakang konsep dasar, tujuan, prosedur dan teknik, serta keterbatasan pendekatan konseling perilaku (Behavior Counseling).
      2. Peserta PPG mampu menganalisis masalah dalam konteks pendekatan konseling perilaku (Behavior Counseling)
      3. Peserta PPG mampu merancang contoh proses konseling dengan menggunakan pendekatan konseling perilaku (Behavior Counseling).
      4. Peserta PPG mampu menerapkan pendekatan konseling perilaku (Behavior Counseling) yang sesuai pada kasus tertentu.

      Pokok Materi M5 KB2
      1. Latar Belakang
      2. Konsep Dasar
      3. Tujuan Konseling
      4. ProsedurKonseling
      5. Teknik Konseling
      6. Keunggulan dan Keterbatasan

      Uraian Materi M5 KB2
      Files: 8Pages: 4Forum: 1Quiz: 1
    • M5 KB3: Pendekatan Konseling Rational Emotive Behavior

      Capaian Pembelajaran M5 KB3

      Adapun Sub Capaian Pembelajaran Kegiatan Belajar 3 adalah:

      1. Peserta PPG mampu menjelaskan dan merangkum latar belakang, konsep dasar, tujuan, prosedur dan teknik serta keterbatasan pendekatan Rational Emotive Behavior.
      2. Peserta PPG mampu menganalisis masalah dalam konteks pendekatan konseling Rational Emotive Behavior
      3. Peserta PPG mampu merancang contoh proses konseling dengan menggunakan pendekatan konseling Rational Emotive Behavior
      4. Peserta PPG mampu menerapkan pendekatan konseling Rational Emotive Behavior dalam proses konseling riil dan tersupervisi

      Pokok Materi M5 KB3
      1. Latar Belakang
      2. Konsep Dasar
      3. Tujuan Konseling
      4. Prosedur Konseling
      5. Teknik Konseling
      6. Keunggulan dan Keterbatasan

      Uraian Materi M5 KB3
      Files: 8Pages: 5Forum: 1Quiz: 1
    • M5 KB4: Pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling)

      Capaian Pembelajaran M5 KB4

      Adapun Sub Capaian Pembelajaran Kegiatan Belajar 4 adalah:

      1. Peserta PPG mampu menjelaskan dan merangkum latar belakang, konsep dasar, tujuan, prosedur dan teknik serta keterbatasan pendekatan konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling).
      2. Peserta PPG mampu menganalisis masalah dalam konteks pendekatan konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling)
      3. Peserta PPG mampu merancang contoh proses konseling dengan menggunakan pendekatan konseling Singkat Berfokus Solusi (SolutionFocused Brief Counseling)
      4. Peserta PPG mampu menerapkan pendekatan konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling) dalam proses konseling riil dan tersupervisi.

      Pokok Materi M5 KB4
      1. Latar Belakang
      2. Konsep Dasar
      3. Tujuan Konseling
      4. Prosedur Konseling
      5. Teknik Konseling
      6. Keunggulan dan Keterbatasan

      Uraian Materi M5 KB4
      Files: 9Pages: 2Forum: 1Quiz: 1
    • PENUTUP MODUL 5

      Assignment: 1Quiz: 1