Topic outline

  • Pendahuluan

    Identitas Mata Kuliah   : Pelayaran Kapal Niaga

    Kode Modul                 : DAR2/Profesional/852/01/2018

    Bidang Kajian              : Fungsi Navigasi

    Kegiatan Belajar         : KB 01: PENENTUAN POSISI SEJATI KAPAL

     

    Halo, selamat datang di Modul Digital PENENTUAN POSISI SEJATI KAPAL.

     

    Mata kegiatan ini akan membekali peserta dengan pengetahuan tentang Merencanakan , dan menentukan posisi kapal dengan bantuan benda-benda angkasa maupun benda-benda bumiawi dengan menggunakan peralatan-peralatan navigasi di atas kapal.

    Materi yang dikembangkan dalam modul ini sangat menunjang penguatan kemampuan profesional guru di sekolah menengah kejuruan (SMK) khususnya dalam bidang Nautika pelayaran Niaga

     

    Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    Setelah mempelajari modul ini, peserta diklat dapat merencanakan, melaksanakan, dan menentukan posisi kapal.

     

    Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    Setelah mempelajari modul ini, peserta diklat dapat:

    1. Menggunakan benda-benda angkasa sebagai alat bantu dalam menentukan posisi sejati kapal.
    2. Menggunakan benda-benda bumiawi sebagai alat bantu dalam menentukan posisi sejati kapal.
    3. Menggunakan peralatan-peralatan navigasi untuk menentukan posisi sejati kapal.

     

    Objek Belajar :

    PENENTUAN POSISI SEJATI KAPAL

    Pelayaran Astronomi

    Pelayaran Datar

    Peralatan – Peralatan Navigasi

    Pedoman Magnet

    GPS

    RADAR dan ARPA

    Hukum Maritim

    Meteorologi

    Sistem Navigasi ELektronik

  • Pelayaran Astronomi

    Pelayaran astronomi adalah suatu sistem penentuan posisi kapal melalui observasi benda angkasa, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, dan planet. Instrument navigasi yang digunakan adalah sextant, chronometer, kompas, daftar ilmu pelayaran, dan almanak nautika.Maksud dan tujuan penentuan posisi astronomi adalah memperbaiki posisi duga dengan pertolongan pengamatan tinggi benda angkasa untuk memperoleh posisi sejati.Azas dasar penentuan posisi astronomi adalah sSetiap penilikan tinggi benda
    • Pelayaran Datar

      Definisi-definisi: Membaring ialah mengambil arahnya suatu benda dari kapal lalu arah tersebut dengan arah berlawanan dilukis sebuah garis dari titik yang dibaring dalam peta. Sinar baring ialah sebagai lingkaran besar yang ditarik dari titik baringan melalui pusat pedoman dari kapal. Lengkung baring ialah garis lengkung yang menghubungkan antara titik pusat pedoman di kapal dan benda yang dibaring yang memotong derajah atas
      Pada penyusunan rencana pelayaran, penentuan route merupakan salah satu kunci dari keselamatan pelayaran. Perwira navigasi harus memiliki kompetensi dalam mengidentifikasi simbol-simbol diatas peta laut untuk menghindari adanya bahaya navigasi. Sebagai petunjuk mengenai arti dari beberapa simbol yang ada di peta laut diterbitkanlah publikasi mengenai perihal tersebut dalam NP 5011, Admiralty Charts Symbols and Abbreviations.
    • Pedoman Magnet

      Pedoman magnet adalah satu-satunya jenis pedoman yang tidak menggunakan kelistrikan kapal, sehingga tetap dapat bekerja walaupun listrik kapal padam. Oleh karena itu IMO (International Maritime Organization) melalui Konvensi SOLAS (Safety Of Life At Sea = Keselamatan Jiwa di Laut) mensyaratkan bagi semua kapal niaga untuk dilengkapi dengan pedoman magnet dengan menetapkan persyaratan konstruksi dan jumlahnya yang harus ada di kapal.Menurut
      • GPS

        Global Positioning System (GPS) adalah perangkat yang dapat mengetahui posisi koordinat bumi secara tepat yang dapat secara langsung menerima sinyal dari satelit. Sistem GPS menggunakan 24 satelit yang mengorbit di atas bumi.Satelit GPS secara umum memancarkan dua macam sinyal gelombang mikro , kemudian pesawat penerima GPS menggunakan sinyal tersebut untuk melakukan triangulasi posisi (perhitungan), yang ditentukan dengan cara mengukur lama
        • RADAR dan ARPA

          Radar singkatan dari “Radio Detection and Ranging” adalah peralatan navigasi elektronik terpenting dalam pelayaran. Pada dasarnya radar berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal. Disamping dapat memberikan petunjuk adanya kapal, pelampung, kedudukan pantai dan obyek lain disekeliling kapal, alat ini juga dapat memberikan baringan dan jarak antara kapal dan objek-objek tersebut. Oleh karena itu radar sangat
          • Hukum Maritim

            HUKUM MARITIM

            Adalah hukum yang mengatur Pelayaran dalam arti pengangkutan barang dan atau orang melalui laut,  kegiatan kenavigsian dan perkapalan sebagai sarana / modal transportasi laut termasuk aspek keselamatan maupun kegiatan-kegiatan yang terkait langsung dengan perdagangan melalui laut yang di atur dalam hukum Perdata / Dagang maupun Publik.
            MASALAH LAUT WILAYAH,LAUT BEBAS DAN ZONA TAMBAHAN
            • Konvensi 1982 disetujui bahwa setiap Negara mempunyai hak untuk menentukan laut wilayahnya sampai batas paling jauh 12 mil laut di ukur dari pangkal sesuai dengan konvensi ini : Yaitu Negara mempunyai kedaulatan penuh atas kolam air dan isinya, udara diatasnya, dasar laut dan tanah di bawahnya, namun untuk kempentingan lalulintas pelayaran internasional, kapal – kapal negara asing mempunyai hak lintas damai:
            • Zona Tambahan, adalah selebar 12 mil laut yang mengelilingi laut wilayah selebar 12 mil laut, di mana indonesia dapat melaksanakan pengawasan atas masalah – masalah Bea Cukai, Fiskal, Imigrasi dan Kesehatan. Zona tambahan di ukur 24 mil laut dari garis pangkal dari mana lebar laut di ukur.
            “  HIGH SEAS ” ( LAUT BEBAS )
                      Laut diluar yurisdiksi Nasional Negara – negara disebut laut bebas atau High Seas. Pemanfaatan laut Bebas dilaksanakan berdasarkan prinsip “ Warisan bersama umat manusia “ yang berarti : Bahwa manfaat laut bebas baik aspek Navigasi maupun aspek sumber daya alam yang dikandungnya, harus dapat di nikmati oleh seluruh umat manusia dan tidak boleh dimonopoli  oleh satu atau beberapa negara kuat saja.
                      Dan prinsip tersebut dilahirkan  hak dan kewajiban tiap negara terhadap laut bebas serta hak dan kewajiban khusus di laut bebas tertentu tersebut sperti menyediakan sarana pencarian dan penyelamatan            (SAR).
            “ Kebebasan Negara Pantai Maupun tak Berpantai “
            a.  Kebebasan berlayar
            b.  Kebebasan terbang
            c.   Kebebasan meletakkan pipa di bawa laut
            d.  Kebebasan membangun pulau buatan dan insalasi - instalasi
            LANDAS KONTINEN DAN ZONA EKONOMI EKSKLUSIF
            1.    LANDAS KONTINEN
            Menurut Undang-undang dagang No.1 tahun 1973 tentang landas kontinen Indonesia adalah dasar laut dan tanah dibawahnya di luar wilayah RI sampai kedalaman 200 meter atau lebih dimana masih mungkin diadakan Eksplorasi dan Eksplaitasi kekayaan alam berupa mineral dan sumber alam lainnya di dasar laut atau di dalam lapisan tanah dibawahnya.
            2.    ZONA EKONOMI EKSKLUSIF
            Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia yang meliputi dasar laut tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diluar dari garis pangkal laut wilayah Indonesia.
            *HAK LINTAS DAMAI (INNONCENT PASSAGE)*
                   Pengertian hak lintas adalah pelayaran melalui laut Teritorial tanpa memasuki perairan pedalaman atau singgah disuatu tempat atau berlabuh atau jelasnya lintas adalah pelayaran melalui laut Teritorial tanpa atau melalui perairan pedalaman, secara terus-menerus (kontinue), secepat mungkin (Force mejaure)
            PENGERTIAN DAMAI
                   Suatu lintas dianggap damai bila tidak membahayakan ketertiban dan keamanan Negara pantai dan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan konvensi dan aturan internasional lainnya. Adapun tindakan yang dianggap membahayakan kedamaian, ketertiban dan keamanan kesemuanya berjumlah 12 hal yaitu :
            1.    Setiap ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik Negara pantai.
            2.    Latihan perang-perangan
            3.    Tindakan pertahanan yang bermaksud mengumpulkan informasi yang merugikan pertahanan dan keamanan Negara pantai
            4.    Perbuatan propaganda yang bertujuan mempengaruhi pertahanan atau keamanan Negara pantai
            5.    Peluncuran atau penerimaan pesawat udara diatas kapal
            6.    Peluncuran, pendaratan atau penerimaan setiap peralatan kelengkapan Militer
            7.    Bongkar atau muat setiap komoditi atau uang atau orang
            8.    Perbuatan Pencemaran
            9.    Penangkapan Ikan
            10. Kegiatan Penelitian
            11. Perbuatan yang bertujuan mengganggu sistim komunikasi atau fasilitas atau instalasi lainnya.
            12. Setiap kegiatan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan lintas itu sendiri
            HAK LINTAS TRANSIT
                   Menurut artikel 38 pasal grup (2) UNCLOS 1982 lintas transit adalah pelaksanaan kebebasan pelayaran dan penerbangan untuk tujuan transit yang terus-menerus langsung dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau Zona Ekonomi Ekslusif (2 EE) dengan bagian laut Zona Ekonomi Ekslusif wilayah pelayaran atau penerbangan demikian dilakukan dalam suatu selat Internasional yang menghubungkan satu laut lepas atau Zona Ekonomi Ekslusif lainnya.
            HAK LINTAS ALUR KEPULAUAN
            1.    Bahwa hak lintas alur kepulauan adalah hak pelayaran dan penerangan pada / lintas alur secara terus menerus, langsung, secepat mungkin tanpa boleh dihalangi dari satu bagian laut lepas atau Zona Ekonomi Ekslusif dengan bagian laut lepas atau Zona Ekonomi Ekslusif  lainnya melalui alur kepulauan.
            2.    Bahwa alur kepulauan itu ditetapkan dengan suatu rangkaian garis sumbu dimana kapal boleh menyimpang 25 mil ke sisi kanan atau kiri dengan garis sumbu tetapi tidak boleh berlayar dekat pantai kurang dari 10% dari jarak antara titik yang terdekat di pantai dengan alur kepulauan itu.
            3.    Bahwa untuk menentukan atau mengganti alur kepulauan Negara pantai harus mendapat persetujuan dari Organisasi Internasional yang berwenang untuk itu.
            • Meteorologi

              Meteorologi adalah suatu ilmu yang mempelajari gejala-gejala. Peristiwa-peristiwa dan proses-proses yang terjadi dalam lapisan udara yang menyelubungi bumi. Lapisan udara ini lazimnya dikenal dengan lapisan ATMOSFERA. Atmosfera tersebut terbagi dalam beberapa lapisan sebagai berikut:

              1. Troposfer

              Troposfera adalah lapisan yang terletak paling bawah. Batas-batas troposfea diatas kutub-kutub bumi terletak pada ketinggian 9 sampai 11 kilometer. Sedangkan diatas daerah Equatorial batas-batas troposfera terletak pada ketinggian 19 sampai 20 Kilometer. Didalam Troposfera, temperatur udara makin ke atas makin berkurang. Secara rata-rata 0°-6° C tiap 100 meter. Didalam Troposfera terdapat aliran-aliran udara horizontal dan vertikal.

              2. Troposopause

              Tropospause merupakan lapisan transisi antara Troposfera dan tratosfera.

              3. Stratosfera

              Stratosfera terletak diatas Troposfera. Batas-batas Stratosfera terletak pada ketinggian Lk.50 Kilometer diatas permukaan bumi baik diatas daerah-daerah kutub-kutub, maupun diatas daerah-daerah quatorial. Didalam Stratosfera temperatur tinggi. Didalam Stratosfera tidak terdapat aliran-aliran udara vertical melainkan hanya terdapat aliran-aliran udara horizontal.

              4. Ionosfera

              Ionosfera terletak diatas Stratosfera. Batas-batas Ionosfera sulit untuk ditentukan dengan pasti. Hal ini disebabkan karena batas-batas lonosfera merupakan batas-batas seluruh Atmosfera, dan karean udara makin keatas makin menipis, maka partikel-partikel udara makin keatas makin berjauhan, sehingga batas-batas lonosfera sulit untuk ditentukan dengan pasti. Berdasarkan pengamatan terhadap gejala Aurora (cahaya kutub) dapat diperkirakan bahwa pada ketinggian 1200 kilometer masih terdapat partikel-partikel udara.

            • RANGKUMAN

              1. Pelayaran Astronomi a. Maksud dan tujuan penentuan posisi astronomi adalah memperbaiki posisi duga dengan pertolongan pengamatan tinggi benda angkasa untuk memperoleh posisi sejati. b. Azas dasar penentuan posisi astronomi adalah setiap penilikan tinggi benda angkasa dengan GMT yang bersangkutan memberikan satu tempat kedudukan. Titik potong dari dua tempat kedudukan adalah posisi sejati. 2. Pelayaran Datar Metode baringan: a. Satu benda baringan: Baringan dengan jarak, baringan dengan kombinasi dengan peruman, baringan silang dengan geseran, baringan empat surat, baringan istimewa. b. Dua benda baringan: Baringan silang, dan baringan snellius. 3. Peralatan Navigasi Navigasi kapal terdiri atas navigasi konvensional dan navigasi elektronik. Alat bantu navigasi konvensional sendiri terdiri atas perum dan kompas dll. Sedangkan alat bantu navigasi elektronik terdiri dari GPS, Radar dan Arpa, Echo sounder, ECDIS, dan AIS. Perum adalah alat bantu navigasi di kapal untuk mengukur kedalaman air dimana sangat membantu terutama apabila kapal sedang olah gerak pada perairan yang belum dikenal dan tanpa adanya pandu diatas kapal. Perum dioperasikan oleh juru perum dengan seutas tali yang diberikan merkah untuk memudahkan pembacaan dan diikatkan beban pada ujungnya. Perum tangan terdiri atas perum kelas ringan, kelas sedang, dan kelas berat berdasarkan berat bebab dan kedalaman operasinya. Pembacaan dan analisis hasil pemeruman dibaca berdasarkan penunjukan kedalaman pada merkah. Kompas adalah salah satu alat navigasi yang berfungsi untuk menetapkan arah haluan kapal dan juga untuk menentukan arah baringan suatu target sasaran. Prinsip kerjanya sama dengan sebuah magnet batang, yaitu apabila batangan magnit berdiri bebas maka batangan magnit tersebut akan mengarah ke arah kutub-kutubnya. Setiap kompas harus dikalibrasi secara berkala atau apabila menunjukkan ketidakakuratan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kesalahan penunjukan arah yang dapat berakibat fatal dalam penentuan arah haluan . GPS merupakan alat navigasi elektronik yang dapat mengetahui posisi koordinat bumi secara tepat yang dapat secara langsung menerima sinyal dari satelit. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. GPS dalam pelayaran dapat digunakan untuk pembuatan waypoint dan route. Salah satu peralatan navigasi elektronik terpenting lainnya dalam pelayaran adalah Radar dan Arpa. Radar berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal dan Arpa berfungsi untuk mengolah data dari radar tersebut. Hasil dari embacaan radar ini dapat pula diterjemahkan dengan jelas menggunakan plotting sheet.
              • Daftar Pustaka

                Daftar Pustaka

                1. Manikome.1999. Tugas Jaga (watch Keeping). CV.Aries.Jakarta
                2. Naskah Asli STCW 1995-Bab VIII Section A dan Section B
                3. Naskah asli “Preventinting Collision Regulation at Sea 1972
                • Bahan Ajar Power Point

                  •     Power Point 2
                  •     Power Point 3
                  •     Power Point 4