Topic outline

  • General

  • M3KB1.MINUMAN UNTUK KESEHATAN DAN KECANTIKAN

    Kesehatan merupakan keadaan prima baik secara mental dan fisik sehingga seseorang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dalam lingkungannya. Selain itu,  kesehatan adalah kemampuan merawat diri sendiri yang ditunjukkan dengan menjaga dan meningkatkan fungsi tubuh, kejiwaan, spiritual dan sosial. Seiring dengan perkembangan zaman, kesehatan bukan hanya tentang penyakit, tapi mencakup seluruh aspek kehidupan.

    Bagi wanita kesehatan bukan hanya tentang keadaan baik atau tidaknya kondisi tubuh tetapi kesehatan mengenai kulit dan rambut juga sangat diperhatikan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit dan rambut bagi wanita, contohnya seperti gaya hidup tidak sehat, makanan cepat saji, jarang berolahraga, minum-minuman berakohol, merokok, begadang, stress, dan kurang menkonsumsi makanan-makanan sehat.

    Untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut, diperlukan upaya-upaya untuk mencegah dampak buruk dari tidak menjaganya kesehatan, salah satunya dengan pengobatan tradisional yaitu dengan menggunakan minuman untuk pengobatan yang terbuat dari bahan tradisional. Selain itu, bahan baku pembuatanya dapat ditemukan dengan mudah dan harganya murah. Oleh karena itu penulis bertujuan untuk membuat Modul Minuman untuk Pengobatan dan Kesehatan  agar dapat menjadi bahan ajar mandiri sehingga peserta PPG dengan mudah memepelajarinya dan mempraktikan pembuatanya.

    CAPAIAN PEMBELAJARAN

    Setelah mempelajari modul ini, diharapkan peserta PPG mampu membuat minuman untuk pengobatan dan kesehatan.

    SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN

    • Memahami dan mendeskripsikan pengetahuan penunjang membuat minuman untuk kesehatan dan kecantikan
    • Melakukan praktik minuman untuk kesehatan dan kecantikan

  • M3KB2.Perawatan Kulit Wajah

    Modul ini akan menjelaskan suatu pengetahuan dan keterampilan merawat kulit wajah secara manual pada kulit berjerawat (acne), mata kegiatan ini membahas tentang teori dasar pengetahuan perawatan kulit wajah manual pada kulit wajah berjerawat (acne), kebutuhan alat bahan, lenan dan kosmetika serta teknik perawatan kulit wajah berjerawat (acne). Peserta dituntut dapat belajar mandiri berdasarkan prinsip pembelajaran mandiri (self regulated learning), diakhir kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan.

    Untuk dapat lebih meningkatan pemahaman, maka proses pembelajaran tidak hanya berupa teori tetapi juga mendemostrasikan baik secara nyata maupun simulasi. Selain itu anda juga harus mempunyai pengalaman yang sesungguhnya dengan pemahaman yang telah diberikan. Oleh sebab itu simaklah dengan baik materi yang dibahas pada modul ini, sehingga anda dapat memahami secara menyeluruh sajian materi yang akan diuraikan dalam bahan ajar ini.

    Agar berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini berikut beberapa petunjuk yang dapat anda ikuti:

    1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai anda memahami secara tuntas, untuk tujuan apa, dan bagaimana mempelajarinya.
    2. Setiap kegiatan belajar harus dipahami secara tuntas dengan ditandai mampu mengerjakan tes formatif dan tugas yang sudah diberikan.
    3. Tangkaplah makna dari setiap konsep yang dibahas dalam modul ini melalui pemahamam sendiri dan tukar pikiran dengan teman.
    4. Upayakan untuk dapat membaca sumber-sumber lain yang relevan untuk menambahkan wawasan anda menjadikan perbandingan jika pembahasan dalam modul ini masih dianggap kurang.
    5. Mantapkan pemahaman anda dengan latihan dalam modul dan melalui kegiatan diskusi

    CAPAIAN PEMBELAJARAN

    Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam merawat kulit wajah secara manual dan teknologi.

    SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN

    1. Mendeskripsikan dan memahami pengetahuan perawatan kulit wajah manual pada kulit wajah berjerawat (acne)
    2. Mengidentifikasi kebutuhan alat bahan, lenan dan kosmetika
    3. Menerapkan teknik perawatan kulit wajah manual pada kulit wajah berjerawat (acne)
    4. menerapkan perawatan kulit wajah berpigmen secara manual
    5. Mengidentifikasi alat listrik kecantikan
    6. menerapkan perawatan kulit bermasalah dengan teknologi

  • M3KB3. Bahan Berbahaya dan Beracun dalam Kosmetik

    Sebelum menggunakan kosmetik, kita mesti tahu ini aman atau tidaknya, terutama untuk kulit kita sendiri.  Awalnya kita ingin mepercantik kulit kita malah sebaliknya menjadi rusak karena efek samping bahan-bahan berbahaya di kosmetik yang kita gunakan   Tentu sudah dilarang oleh BPOM, namun masih saja banyak ditemukan kosmetik yang mengandung bahan tersebut.  Berikut akan dijelaskan konsep bahan beracun dan berbahaya, perundang-undangan yang mengatur penggunaan B3 dakam kosmetik, jenis bahan B3 dan risikonya bila digunakan dalam campuran kosmetik, dan cara mengenali adanya bahan B3 dalam kosmetik.

    CAPAIAN PEMBELAJARAN

    Menguasai   berbagai   jenis   bahan   beracun   dan   berbahaya dalam kosmetik  dan   cara pengengelannya

    SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN

    1. Mampu mengidentifikasi produk kosmetika yang mengandung bahan berbahaya.

    2. Menjelaskan peraturan dan perundang-undangan yang melarang bahan berbahaya dalam memproduksi kosmetik.

    3. Mampu menjelaskan pengertian bahan berbahaya

    4. Menjelaskan jenis bahan berbahaya dalam kosmetika dan akibat bagi kesehatan tubuh.

    5. Mampu membedakan produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya dengan kosmetika bahan ramah lingkungan

  • M3KB4.PERAWATAN BADAN PASCA MELAHIRKAN

    Kehamilan adalah hal yang dialami oleh setiap wanita dewasa yang telah menikah. Pada saat kehamilan akan banyak perubahan yang dialami wanita, a) perut yang semakin lama semakin membesar, b) payudara yang membesar, karena berisi air susu untuk bayi kelak, dan c) Kaki yang mulai membengkak pada saat usia kehamilan 7 – 9 bulan. Hal – hal di atas sangat normal dialami oleh wanita yang sedang hamil. Kelahiran bayi sangatlah dinanti oleh ibu, dengan kelahiran bayi maka badan ibu akan mengalami perubahan; a) Perut akan menyusut, tetapi tidak akan maksimal seperti sedia kala, b) payudara harus dirawat agar  dapat mengeluarkan air susu untuk bayi, c) daerah dahi biasanya akan mengalami pusing dan terkadang penglihatan akan berpengaruh karena ibu mengalami keluar darah yang saat hamil dan nifas, dan d)kaki terkadang mengalami bengkak karena posisi menyusui yang salah atau terlalu sering dilipat atau ditekuk.

    Pada ibu pasca melahirkan daerah perut dapat dirawat dengan tapel, gurita dan stagen panjang. Daerah dahi dapat diberi pilis agar menghilangkan pusing serta menjernihkan penglihatan. Kaki sedapat mungkin dikurangi posisi melipat dan dibalur dengan parem agar hangat dan menghilangkan pembengkakan. Ramuan yang diberikan adalah bahan yang aman untuk ibu, karena dari bahan alam atau ramuan bahan alam resep tradisional. Perawatan badan ini dilakukan selama 40 hari – 3 bulan setelah melahirkan.

    CAPAIAN PEMBELAJARAN

    Mahasiswa dapat melaksanakan perawatan badan pasca melahirkan

    SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN

    1. Mahasiswa dapat menjelaskan manfaat perawatan badan setelah melahirkan.
    2. Mahasiswa dapat melakukan perawatan perut dengan tapel pada ibu yang telah melahirkan
    3. Mahasiswa dapat melakukan perawatan dahi dengan pilis pada ibu yang telah melahirkan
    4. Mahasiswa dapat melakukan perawatan kaki  pada ibu yang telah melahirkan