Topic outline

  • Pendahuluan

    Identitas Mata Kuliah:Pelayaran Kapal Niaga
    Kode Modul:DAR2/Profesional/852/0021/2018
    Bidang Kajian:Mengelola Sistem Kelistrikan, Sistem Elektronikan dan Sistem Kontrol
    Kegiatan Belajar:KB 01: SISTEM KELISTRIKAN KAPAL NIAGA

    Halo, selamat datang di Modul Digital SISTEM KELISTRIKAN KAPAL NIAGA.

    Listrik di kapal memegang peranan penting dalam operasional kapal, terutama untuk pengoperasian peralatan-peralatan pendukung. Seperti hal listrik di darat, listrik di kapal pada prinsipnya sama dengan di darat. Hanya saja diatas kapal ada beberapa keadaan khusus. Ini berkaitan dengan lingkungan yang khusus pula sehingga memerlukan persyaratan tertentu. Termasuk sistem kelistrikan apa yang akan dipakai nantinya. Pada kapal-kapal baru, sistem distribusi DC saat ini jarang digunakan karena untuk semua sistem, sistem AC lebih mudah dan murah dibandingkan sistem DC. Dimana sistem AC lebih simple, ringan dan mudah dalam perawatan. Sebagai pembangkit tenaga listrik utama digunakanlah generator yang fungsinya untuk menyuplai kebutuhan daya listrik di kapal.

    Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan
    Mampu Mengelola Pengoperasian Sistem Kelistrikan Kapal Niaga

    Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

    1. Mengetahui dasar-dasar kelistrikan
    2. Mengidentifikasi dan menguraikan sistem kelistrikan kapal niaga
    3. Mengidentifikasi dan menguraikan pengoperasian mesin listrik pada kapal niaga
    4. Mengetahui macam-macam alat ukur listrik
    5. Mengorganisasikan perawatan dan perbaikan sistem kelistrikan kapal niaga

    Kegiatan pembelajaran Sistem Kelistrikan Kapal Niaga pada modul ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui dasar-dasar kelistrikan; 2) Mengidentifikasi dan menguraikan sistem kelistrikan kapal niaga; 3) Mengidentifikasi dan menguraikan pengoperasian mesin listrik pada kapal niaga; 4) Mengetahui macam-macam alat ukur listrik 5) Mengorganisasikan perawatan dan perbaikan sistem kelistrikan.


    PETUNJUK BELAJAR
    Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal dalam mempelajari modul ini, langkah - langkah yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut :
    1. Bacalah dan cermati apa yang menjadi capaian pembelajaran dan sub capaian pembelajaran.
    2. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian - uraian materi yang ada pada masing - masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, maka peserta diklat dapat bertanya pada pengajar yang mengampu kegiatan belajar tersebut, atau berdiskusi dengan teman sejawat melalui pojok diskusi yang ada di sini.
    3. Lakukan review materi secara umum dengan cara membaca kembali rangkuman materi untuk mendapatkan hal - hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini.
    4. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang diserap/telah dimiliki terhadap materi - materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
    5. Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada pengajar yang mengampu kegiatan belajar yang bersangkutan.
    6. Materi Cetak untuk modul digital ini dapat diunduh di sini



    Objek Belajar :
    SISTEM KELISTRIKAN KAPAL NIAGA
    • DASAR SISTEM KELISTRIKAN
      • Prinsip dasar kelistrikan
      • Besaran dan Satuan Listrik
      • Teori Dasar Sirkuit Kelistrikan
        • Pengertian
        • OHM Law
        • Kirchhoff’s Voltage Law
        • Kirchhoff’s Current Law
        • Daya Listrik
        • Elemen Sirkuit Terhubung Seri
        • Elemen Sirkuit Terhubung Paralel
    • SISTEM KELISTRIKAN KAPAL
      • Pembangkit Tenaga Listrik Utama
        • Generator
        • Baterai
        • Power Feeder (Pengisi Daya)
      • Sistem Distribusi
      • Pemilihan Frekuensi Daya Listrik Kapal
      • Suplai generator darurat (emergency generator supply)
      • Power Feeder (Pengisi Daya)
      • Motor listrik
        • Motor AC
        • Motor DC
    • ALAT UKUR LISTRIK
      • Amperemeter
      • Voltmeter
      • Ohmmeter
      • Wattmeter
      • Multimeter
      • Megger
    • PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM KELISTRIKAN
      • Pemeliharaan Preventif
      • Pemeliharaan Korektif
      • Alat Bantu Kerja
      • Sistem Manajeman Pemeliharaan dan Perbaikan
      • Pemeliharaan Alat Listrik
      • Perawatan Baterai
      • Pengukuran Tahanan Isolasi
      • Bahaya Listrik
    • Daftar Pustaka
    • Rangkuman
    • Pojok Diskusi


    Selamat Belajar, Tetap Semangat ... !!!!

  • Prinsip dasar kelistrikan

    Listrik adalah sifat benda yang muncul karena adanya muatan listrik. Listrik dapat juga didefinisikan sebagai kondisi dari partikel subatomik tertentu seperti proton dan elektron, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya diantaranya. Berdasarkan teori atom, sebuah atom terdiri dari inti atom bermuatan positif (proton) dan partikel tidak bermuatan (neutron) dan dikelilingi oleh elektron yang berada di orbit yang mengelilingi inti (gambar
    • Besaran dan Satuan Listrik

      Didalam fisika besaran diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur atau dihitung dan mempunyai nilai (besar) yang dapat dinyatakan dengan angka dan satuan. Contoh besaran adalah massa, panjang, kecepatan dan lain-lain. Di dalam fisika satuan diartikan sebagai suatu pembanding di dalam kegiatan pengukuran suatu besaran. Satuan dibedakan menjadi dua jenis : satuan baku dan satuan tidak baku. Satuan baku merupakan suatu
      • Pengertian

        Arus listrik adalah sejumlah elektron yang dapat mengalir pada suatu material. Pada teori konvensional arus listrik merupakan pergerakan partikel bermuatan dari kutup positif dan kembali ke negatif. Sebaliknya pada teori elektron dinyatakan bahwa arus listrik mengalir dari negatif ke positif (gambar 1-4). Selanjutnya untuk mempermudah pembelajaran ini, maka kita gunakan teori listrik konvensional, yaitu arus listrik mengalir dari positif ke
        • OHM Law

          Hukum Ohm atau Ohm Law mendefinisikan hubungan antara arus, tegangan dan tahanan. Ada tiga cara untuk mendeskripsikan Hukum Ohm secara matematis.Arus pada sirkuit adalah sama dengan tegangan dibagi oleh tahanan dari sirkuit :Tahanan sirkuit adalah sama dengan tegangan dibagi arus pada sirkuit :Tegangan yang diberikan pada sirkuit adalah sama dengan produk dari arus dikalikan dengan tahanan sirkuit :dimana I =
          • Kirchhoff’s Voltage Law

            Untuk semua sirkuit tertutup, Kirchhoff’s Voltage Law (KVL) atau hukum tegangan Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah aljabar dari tegangan adalah nol. Beberapa tegangan akan menjadi sumber, sementara yang lain dihasilkan dari arus pada elemen pasif yang menimbulkan tegangan, yang terkadang disebut juga sebagai drop tegangan atau penurunan tegangan.Contoh 1.5 Tuliskan persamaan KVL dari sirkuit dibawah (Gambar 1-11)Gambar 1-11 Sirkuit tertutup untuk
            • Kirchhoff’s Current Law

              Sambungan dari dua atau lebih elemen sirkuit menciptakan persimpangan yang disebut node. Persimpangan tiga atau lebih banyak unsur disebut simpul utama, dan disini pembagian terjadi. KCL menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus pada sebuah node adalah nol. Ini dapat dinyatakan sebagai alternative bahwa jumlah arus yang memasuki sebuah simpul sama dengan jumlah arus yang meninggalkan simpul tersebut.Contoh 1.6 Tuliskan persamaan
              • Daya Listrik

                Daya listrik P yang terdapat pada sirkuit listrik adalah sama dengan arus listrik I dikalikan dengan tegangan V. persamaannya adalahBentuk lain dari persamaan daya listrik adalahJika kita sudah mengetahui dua bilangan maka kita dapat mencari bilangan ketiganya.
                • Elemen Sirkuit Terhubung Seri

                  Tiga elemen sirkuit pasif dalam sambungan seri seperti ditunjukkan pada Gambar 1-13 memiliki arus yang sama yaitu I. Tegangan di seluruh elemen adalah v1, v2 dan v3. Tegangan total v adalah jumlah dari tegangan individu v = v1 + v2 + v3.Gambar 1-13 Hubungan seri resistordimana satu tahanan ekivalen Req menggantikan tiga resistor. Hubungan yang sama juga berlaku untuk i
                  • Elemen Sirkuit Terhubung Paralel

                    Untuk elemen sirkuit yang terhubung parallel seperti pada gambar 1-14, KCL menyatakan bahwa arus yang masuk pada node adalah penjumlahan dari tiga arus yang keluar dari node melalui cabangnya. Gambar 1-14 Elemen sirkuit terhubung parallelJika terdapat tiga elemen sirkuit pasif berupa tahanan,Untuk beberapa resistor terhubung parallel,Jika terdapat hanya dua resistor terhubung parallel, maka
                    • Generator

                        Generator adalah sebuah mesin listrik yang dapat merubah energi gerak (mekanik) menjadi energi listrik (elektrik). Energi yang menggerakkan generator sendir sumbernya bermacam-macam. Misalnya pada pembangkit listrik tenaga angin, generator bergerak karena adanya kincir yang berputar karena angin. Demikian pula pada pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan energi gerak dari air.Secara terminologi, generator terbagi menjadi dua kategori, yaitu dinamo dan alternator.
                      • Baterai

                        Baterai merupakan alat untuk menyimpan listrik. Digunakan oleh banyak kapal sebagai suplai emergency. Bisa juga digunakan sebagai suplai reguler tegangan rendah DC untuk beberapa peralatan. Agar dapat digunakan untuk mensuplai peralatan maka baterai harus digunakan dan harus dilakukan perawatan secara berkala. Ada dua tipe baterai yang digunakan pada kapal : tipe lead-acid dan tipe alkaline. Kedua baterai tersebut digunakan bersama
                        • Power Feeder (Pengisi Daya)

                          Feeder yang terpisah diharapkan dapat memberikan pelayanan ke panel. Grup control board melayani peralatan bantu pada kamar mesin dan perlengkapan pendingin yang tidak disuplai secara tersendiri. Kipas ventilasi pada kamar mesin, kipas ventilasi untuk tempat tinggal, dan tempat kerja serta kipas ventilasi ruang muat disuplai oleh feeder tersendiri. Tiap feeder ventilasi, sirkuit breakernya dapat dioperasikan dengan remote control/kendali jarak jauh
                          • Sistem Distribusi

                            Sistem distribusi AC disuplai oleh alternator melalui main switchboard (gambar 2-7). Tegangan yang biasa digunakan adalah 440 V, tetapi untuk instalasi besar dapat mencapai tegangan 3300 V. Tegangan tinggi disuplai ke peralatan penunjang melalui circuit breaker. Suplai tegangan rendah 220 V digunakan untuk missal penerangan diperoleh dari transformator step down pada jaringan distribusi.Sistem distribusi menggunakan tiga kawat dengan insulasi atau
                            • Pemilihan Frekuensi Daya Listrik Kapal

                              Dua macam frekuensi daya yang biasa digunakan secara umum adalah 50 Hz dan 60 Hz. Pemilihan frekuensi yang akan digunakan untuk pemakaian khusus seringkali ditentukan oleh ketersediaannya di pasaran. Untuk kapal yang beroperasi di Amerika serikat biasanya menggunakan 60 Hz sedangkan di beberapa bagian belahan dunia sebagian besar menggunakan frekuensi 60 Hz. Sehingga dalam pemilihan biasanya dipilih yang frekuensinya lebih
                              • Suplai generator darurat (emergency generator supply)

                                Ketika terjadi kasus kegagalan sistem pembangkitan utama, suplai listrik darurat dibutuhkan untuk memberikan daya pada peralatan tertentu. Hal ini dapat dilakukan oleh baterai, tetapi untuk kebanyakan kapal niaga mempunyai generator darurat. Unit generator darurat adalah diesel yang digerakkan dan dipasang diluar dari ruang mesin.Generator darurat harus dirating sedemikian rupa agar dapat mensuplai daya ke motor penggerak dari pompa bilge, pompa
                                • Power Feeder (Pengisi Daya)

                                  Feeder yang terpisah diharapkan dapat memberikan pelayanan ke panel. Grup control board melayani peralatan bantu pada kamar mesin dan perlengkapan pendingin yang tidak disuplai secara tersendiri. Kipas ventilasi pada kamar mesin, kipas ventilasi untuk tempat tinggal, dan tempat kerja serta kipas ventilasi ruang muat disuplai oleh feeder tersendiri. Tiap feeder ventilasi, sirkuit breakernya dapat dioperasikan dengan remote control/kendali jarak jauh
                                  • Motor AC

                                    Kecepatan motor AC asinkron tergantung dari tegangan yang diinduksikan pada rotor dan hal ini juga tergantung dari besarnya perbedaan antara putaran rotor dan putaran medan magnetnya. Jika beban bertambah maka kecepatan rotor akan berkurang secara perlahan, yang akan mengakibatkan peningkatan pada tegangan balik induksi (induced e.m.f) sehingga perlu adanya torsi yang lebih besar untuk mengimbangi peningkatan beban. Motor asinkron mempunya
                                    • Motor DC

                                      Perilaku motor DC dipengaruhi oleh tegangan jangkar, medan magnet yang diproduksi kutub-kutubnya dan beban pada torsi motornya. Sebagai contoh, tegangan drop pada jangkar tergantung dari tegangan balik (back e.m.f.) yang tergantung juga dari kecepatan motor dan kekuatan dari medan magnetnya. Motor dengan belitan shunt, series dan kompon digunakan untuk memperoleh karakteristik yang berbeda-beda.Motor DC shunt mempunya belitan medan yang dihubungkan
                                      • Amperemeter

                                        Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk arus DC maupun AC yang terdapat dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasa dipasang berderet dengan elemen listrik. Jika Anda akan mengukur arus yang mengalir pada sebuah penghantar dengan memakai Amperemeter maka wajib Anda pasang secara seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melalui Amperemeter atau anda juga bisa
                                        • Voltmeter

                                          Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik pada sebuah rangkaian listrik tertutup (gambar 3-2). Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Voltmeter harus dihubungkan paralel dengan rangkaian yang akan diatur karena mempunyai tahanan dalam (RA) yang besar. Tahanan voltmeter harus besar, agar tidak mempengaruhi sistem pada saat digunakan juga agar daya yang hilang
                                          • Ohmmeter

                                            Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik pada rangkaian tertutup atau daya untuk menahan mengalirnya arus listik pada sebuah konduktor (gambar 3-3). Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat Ohm meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat atau mengalir pada sebuah hambatan listrik (R) yang kemudian dikalibrasikan ke
                                            • Wattmeter

                                              Wattmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur power listrik (atau rate suplai energi listrik) dalam satuan watt untuk rangkaian atau sirkuit apapun (gambar 3-4). Pada wattmeter terdapat belitan arus dan belitan tegangan sehingga cara penyambungan wattmeter pada umumnya merupakan kombinasi cara penyambungan voltmeter dan amperemeter sebagaimana gambar 3-4.
                                              • Multimeter

                                                Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur listrik tegangan (Voltmeter), hambatan listrik (Ohmmeter), juga arus listrik (Ampere) (gambar 3-5). Ada dua jenis multimeter, yaitu multimeter digital atau DMM (Digital Multi Meter), dan multimeter analog. Kelebihan dari multimeter digital daripada multimeter analog adalah tingkat ketelitian lebih tinggi dalam pengukuran. Namun, dari kedua jenis multimeter tersebut dapat mengukur listrik AC maupun DC.
                                                • Megger

                                                  Megger berfungsi sebagai pengukur tahanan isolasi dari alat - alat listrik maupun instalasi - instalasi. Output dari alat ukur ini umumnya merupakan tegangan tinggi arus searah. Output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi searah yang diputar oleh tangan. Besar tegangan pada umumnya : 500, 1000, 2000 atau 5000 Volt dan batas pengukuran bervariasi antara 0,02 sampai 20 meter
                                                  • Pemeliharaan Preventif

                                                    Dalam pengertian yang luas, pemeliharaan preventif meliputi aspek rekayasa (engneering) dan manajemen. Di bidang rekayasa, pemeliharaan preventif meliputi: mendeteksi dan atau mengoreksi penggunaan peralatan yang ada saat ini, melalui analisa statistik kegagalan atau kesalahan yang ada atau berdasarkan catatan perbaikan yang ada. Pekerjaan ini harus dapat dilakukan secara tepat oleh orang yang benar-benar ahli dibidangnya dan dengan frekuensi yang tepat
                                                    • Pemeliharaan Korektif

                                                      Pemeliharaan yang bersifat memperbaiki (corrective maintenance) akan berkaitan dengan deteksi kerusakan, penentuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau penggantian bagian yang rusak. Tahapan pemeliharaan korektif dapat dilihat pada Gambar 4-3.Gambar 4-3 Tahapan pemeliharaan korektif
                                                      • Alat Bantu Kerja

                                                        Alat bantu kerja adalah semua alat yang dapat digunakan oleh teknisi atau tenaga ahli untuk menentukan jenis dan lokasi kerusakan sistem yang diperiksa (gambar 4-4). Ini bisa berupa buku manual pemeliharaan, peralatan uji (multitester, osiloskop dan lain sebagainya), dana tau peralatan khusus (misalnya peralatan untuk kalibrasi alat ukur). Buku manual untuk petunjuk operasi dan petunjuk pemeliharaan atau cara mengatasi gangguan
                                                        • Sistem Manajeman Pemeliharaan dan Perbaikan

                                                          Masalah pemeliharaan dan perbaikan jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan banyak kerugian, antara lain :Rugi waktu karena pekerjaan tertunda (akibat kerusakan peralatan atau sarana lain)Produktifitas turunEfisiensi turunMenambah biaya operasional, dsb.Gambar 4-5 Prinsip-prinsip manajeman pemeliharaanOleh karena itu perlu menerapkan sistem pemeliharaan & perbaikan yang baik. Sistem pemeliharaan & perbaikan yang baik pada dasarnya merupakan penerapan sistem manajemen untuk seluruh pekerjaan
                                                          • Pemeliharaan Alat Listrik

                                                            Kebersihan peralatan listrik sangat penting untuk kebaikan operasional. Koneksi kelistrikan harus di cek dan apabila ada tanda-tanda percikan api harus segera diinvestigasi. Komponen/material yang sudah aus harus diperiksa dan segera diganti. Bahaya dari kejut listrik pada peralatan AC sangat besar. Peralatan AC pada umumnya beroperasi pada tegangan yang tinggi. Kehati-hatian harus selalu dilakukan dalam hal pemeriksaan dan perawatan.Akumulasi dari debu
                                                            • Perawatan Baterai

                                                              Agar dapat digunakan ketika diperlukan maka baterai harus dilakukan perawatan dalam kondisi charge penuh. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan pengisian secara reguler. Pengukuran status charge dapat dilakukan dengan menggunakan hydrometer. Alat ini digunakan untuk mengukur berat jenis cairan elektrolit. Hydrometer tipe alat suntik dapat dilihat pada gambar 5-6. Sedikit sample/contoh elektrolit diambil dari masing-masing sel dan berat jenis nya
                                                              • Pengukuran Tahanan Isolasi

                                                                Tahanan isolasi yang bagus sangat penting untuk pengoperasian peralatan listrik. Oleh karena itu diperlukan pengukuran tahanan isolasi yang tepat. Pengukuran dilakukan secara reguler akan memberikan indikasi kapan perlu dilakukan tindakan perawatan, perbaikan dan lain sebagainya. Debu dan penumpukan material lain pada permukaan dapat mengurangi tahanan isolasi dan akan menyebabkan arus bocor. Oleh karena itu peralatan listrik harus selalu dijaga dalam
                                                                • Bahaya Listrik

                                                                  Tahanan dari tubuh manusia cukup tinggi ketika kulit dalam kondisi kering. Bahaya dari tersengat listrik lebih besar ketika orang tersebut bekerja pada kondisi lembab karena kulit akan basah oleh keringat. Sengatan listrik fatal dapat terjadi pada tegangan serendah 60V dan semua sirkuit harus selalu dikondisikan berbahaya.Semua peralatan listrik harus selalu diisolasi sebelum pekerjaan dilakukan. Sirkuit harus dites terlebih dahulu untuk
                                                                  • Rangkuman

                                                                    Rangkuman

                                                                    Listrik di kapal memegang peranan penting dalam operasional kapal, terutama untuk pengoperasian peralatan-peralatan pendukung. Seperti hal listrik di darat, listrik di kapal pada prinsipnya sama dengan di darat. Hanya saja diatas kapal ada beberapa keadaan khusus. Ini berkaitan dengan lingkungan yang khusus pula sehingga memerlukan persyaratan tertentu. Termasuk sistem kelistrikan apa yang akan dipakai nantinya.

                                                                    Pada kapal-kapal baru, sistem distribusi DC saat ini jarang digunakan karena untuk semua sistem, sistem AC lebih mudah dan murah dibandingkan sistem DC. Dimana sistem AC lebih simple, ringan dan mudah dalam perawatan. Sebagai pembangkit tenaga listrik utama digunakanlah generator yang fungsinya untuk menyuplai kebutuhan daya listrik di kapal. Daya listrik digunakan untuk menggerakkan motor-motor dari peralatan bantu pada kamar mesin dan mesin-mesin geladak, lampu penerangan, sistem komunikasi dan navigasi, pendingin udara (AC), perlengkapan dapur, sistem sanitari, alarm dan sistem kebararan dan sebagainya.

                                                                    Kapasitas generator perlu diperhitungkan dalam sistem kelistrikan kapal, berapa besar kebutuhan maksimum dan minimum dari peralatannya. Kebutuhan maksimum merupakan kebutuhan daya rata-rata terbesar yang terjadi pada interval waktu yang singkat selama periode kerja dari peralatan tersebut, demikian juga sebaliknya. Sedangkan kebutuhan rata-rata merupakan daya rata-rata pada periode kerja yang dapat ditentukan dengan membagi energi yang dipakai dengan jumlah jam periode tersebut. Kebutuhan maksimum penting diketahui untuk menentukan kapasitas dari generator yang diperlukan. Sedangkan kebutuhan minimum digunakan untuk menentukan konfigurasi dari electric plant yang sesuai serta untuk menentukan kapan generator dioperasikan.

                                                                    Kebersihan peralatan listrik sangat penting untuk kebaikan operasional. Koneksi kelistrikan harus di cek dan apabila ada tanda-tanda percikan api harus segera diinvestigasi. Komponen/material yang sudah aus harus diperiksa dan segera diganti. Bahaya dari kejut listrik pada peralatan AC sangat besar. Peralatan AC pada umumnya beroperasi pada tegangan yang tinggi. Kehati-hatian harus selalu dilakukan dalam hal pemeriksaan dan perawatan.



                                                                    • Daftar Pustaka

                                                                      Daftar Pustaka

                                                                        1. Nahvi,M.danEdminister,J.2003.Schaum’sOutlineSeries:TheoryandProblemsofElectric Circuit,Fourth Edition.McGraw-Hill, New York.
                                                                        2. Gussow,M.2007.Schaum’sOutlineSeries :BasicElectricity,Second Edition.McGraw-Hill, New York.
                                                                        3. Peni,H.2008.Teknik Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Elektronika, Jilid1. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, DirektoratJenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
                                                                        4. Taylor, D.A. 1996. Introduction to Marine Engineering, Second Edition.Elsevier, Oxford. Watson, G.O. 1983.Marine Electrical Practice, 5thEdition. Butterworth & Co.Ltd, Norfolk. Semedi,B.2016.Pemahaman Kapal Niaga.Kementerian Keuangan Republik Indonesia,
                                                                        5. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan ,Pusdiklat Beadan Cukai.
                                                                      • Bahan Ajar Power Point

                                                                        •     Power Point 1
                                                                        •     Power Point 2
                                                                        •     Power Point 3
                                                                        •     Power Point 4