M1KB3: Rangkuman

  • Kesehatan dan Keselamatan kerja adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri.
  • Keselamatan kerja atau “occupational safety” adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya.
  • Kesehatan merupakan pertimbangan utama karena kesehatan yang baik akan menghasilkan kinerja yang optimal.
  • Kecelakaan merupakan sebuah kejadian tak terduga yang dapat menyebabkan cedera atau kerusakan. Kecelakaan dapat terjadi akibat kelalaian dari perusahaan, pekerja, maupun keduanya, dan akibat yang ditimbulkan dapat memunculkan trauma bagi kedua pihak.
  • Salah satu peraturan yang mengatur mengenai K3 adalah undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja. UU ini mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja.
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05 Tahun 1996 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. UU ini mengatur mengenai sistem K3 di perusahaan, yang bertujuan untuk mengendalikan risiko pekerjaan. SMK3 merupakan sistem manajemen yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan lainnya seperti sistem manajemen mutu dan lingkungan.
  • Berdasarkan sumbernya potensi bahaya dapat diklasifikasikan menjadi lima yaitu bahaya fisik, mekanik, elektrikal, kimia, dan biologis.
  • Job Safety Analysis merupakan suatu teknik yang mengidentifikasi semua pencegahan kecelakaan yang disesuaikan dengan pekerjaan dan faktor perilaku.
  • Penilaian risiko adalah cara-cara yang digunakan perusahaan untuk dapat mengelola dengan baik risiko yang dihadapi oleh pekerjanya dan memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan mereka tidak terkena risiko pada saat bekerja.
  • Bahaya diklasifikasikan ke dalam bahaya getaran, bahaya kimia, bahaya radiasi, bahaya pencahayaan, dan kebisingan.
  • Penyakit akibat kerja (PAK) menurut Permenaker dan Transmigrasi adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.
  • Penyakit akibat kerja dapat ditemukan atau didiagnosis sewaktu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.
  • P3K (First Aid) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik.
  • Alat-alat yang harus tersedia di kotak P3K yaitu kapas, perban/pembalut, kasa steril, plester gulung, plester tunggal (band aid), kain pembalut lebar untuk kecelakaan berat, boor water, wangi-wangian (eau de cologne), mercucrhome/obat merah, gelas pencuci mata, gunting kecil/besar, jepitan/pinset, obat-obatan.
  • Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit.
  • Jenis-jenis desinfektan yaitu klorin, iodin, alkohol, Amonium Kuartener, Formaldehida, kalium Permanganat, Fenol.
  • Pemadam kebakaran adalah petugas atau dinas yang dilatih dan bertugas untuk menanggulangi kebakaran.
  •  Kebakaran dapat terjadi bila terdapat 3 hal yaitu terdapat bahan yang mudah terbakar, terdapat suhu yang tinggi yang disebabkan oleh sumber panas, dan terdapat oksigen (O2) yang cukup kandungannya.
  • Terdapat 3 cara untuk mengatasi/memadamkan kebakaran yaitu cara penguraian, cara pendinginan, dan cara isolasi/lokalisasi.
  • Bahan Pemadam kebakaran yang banyak dijumpai yaitu bahan pemadam air, bus (foam), gas CO2, powder kering (Dry chemical), dan gas halogen / BCF.
  • Kebakaran diklasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu kelas A, B, C, dan D. Untuk beberapa negara ada yang menetapkan sampai kelas E.
  • Salah satu peraturan perundangan yang mengatur mengenai SMK3 adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • Sistem Manajemen K3 (SMK3) adalah suatu sistem yang mengatur mengenai K3 di perusahaan, yang bertujuan untuk mengendalikan risiko pekerjaan.
  • SMK3 merupakan sistem manajemen yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan lainnya seperti sistem manajemen mutu dan lingkungan.
  • Tujuan dan saran SMK3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja danlingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan  mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
  • SMK3 wajib diterapkan bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan PAK.
  • Lima prinsip penerapan SMK3 yaitu komitmen dan kebijakan, perencanaan, penerapan, pengukuran dan evaluasi, peninjauan dan peningkatan berkesinambungan.
  • Langkah awal untuk mengimplementasikan SMK3 adalah dengan menunjukkan komitmen serta kebijakan K3, yaitu suatu pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh pengusaha dan atau pengurus yang memuat keseluruhan visi dan tujuan perusahaan, komitmen dan tekad melaksanakan K3, kerangka dan program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan/atau operasional.
  • Dalam penerapan SMK3 di bagi menjadi 2 bagian besar yaitu tahapan persiapan dan tahapan pengembangan dan penerapan. Tahapan persiapan merupakan tahapan atau langkah awal yang harus dilakukan suatu organisasi/perusahaan. Tahapan pengembangan dan penerapan berisi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh organisasi/perusahaan dengan melibatkan banyak personel, mulai dari menyelenggarakan penyuluhan dan melaksanakan sendiri kegiatan audit internal serta tindakan perbaikannya sampai melakukan sertifikasi.
  • Penyediaan informasi yang sesuai bagi tenaga kerja dan semua pihak yang terkait dapat dipergunakan untuk memotivasi dan mendorong penerimaan serta pemahaman umum dalam upaya perusahaan untuk meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Pengelolaan komunikasi bertujuan agar semua personel perusahaan memahami dan mendukung SMK3.
  • Dalam pengelolaan operasi manajemen K3 terdapat beberapa persyaratan yang dapat dijadikan suatu rujukan yaitu dari OHSAS 18001 dan Permenaker 05/MEN/1996.
  • Edwin B. Flippo menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya manusia merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dari pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan atau sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.

Last modified: Friday, 22 March 2019, 1:32 PM