Daftar Pustaka

  1. Bapedal RI. (1995). Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Jakarta: Bapedal. 
  2. Brown,  Byron C. (2004). Enviromental Health and Safety. Medical College of Georgia.
  3. Creedy, John. (1978). A Laboratory Manual for Schools and Colleges. London : Heinemann Education Books Limited.
  4. Curran, Gregory L. (2001). Science Help Online Chemistry. Fordham Preparatory School.
  5. Damanhuri, Enri. (2010). Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bandung: ITB, Prodi Teknik Lingkungan.
  6. Dana, Charles A. (2002). Science Facilities Standards. Texas Education Agency.
  7. Depdiknas, (2008). Cara Menata Alat dan Bahan di Laboratorium Kimia. Jakarta: Depdiknas
  8. Habibie, Bacharuddin Yusuf. (1999). Peraturan Pemerintah RI No. 18 tahu 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Jakarta: Pemerintah RI.
  9. Hernandez, Sonia, et al. (1999). Science Safety Handbook for California Public School.  Sacramento : California Department of Education.
  10. Howard, John. (2006). School Chemistry Laboratory Safety Guide. USA: Department of Health and Human Services Centers for Disease Control and Prevention National Institute for Occupational Safety and Health.
  11. Kemendikbud RI. (2017). Panduan Pengelolaan dan Pemanfaatan Laboratorium IPA. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah.
  12. Kemendikbud RI. (2015). Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Kimia. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
  13. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Standar Laboratorium Diploma III Teknik Laboratorium Medik. Jakarta: Kementrian Kesehatan.
  14. Kusrijadi, Ali. (2017).  SOP Laboratorium Kimia. Modul Pelatihan Kepala, Laboran, Dan Teknisi Laboratorium IPA SMP, SMA, dan  SMK. Bandung: Departemen Pendidikan Kimia.
  15. Komite Akreditasi Nasional. (2005). ISO/IEC 17025 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. Jakarta: Komite Akreditasi Nasional.
  16. Mangindaan, E.E. (2010). Permenpan RB No. 3 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan dan Angka Kreditnya. Jakarta: KemenpanRB
  17. Medical College of Georgia. (2001). Chemical Saftey Guide for Laboratories. Environmental Health & Saftey Division.
  18. Moran, Lisa dan Masciangioli Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Kimia, Tina (Editors). (2010).. Washington D.C.: The National Academies Press.
  19. Prodi Teknik Kimia. (2011). Panduan Keselamatan Kerja Laboratorium. Bandung: ITB.  http://www.che.itb.ac.id/safety.
  20. Redjeki, Sri. (2016). Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  21. Ridley, John. (2008). Kesehatan dan Keselamatan Kerja Ikhtisar. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  22. Salirawati, Das. (2009). Manajemen Laboratorium Kimia/IPA. Makalah Kegiatan
  23. Pembinaan MGMP Bagi Guru SMA dan SMK. UNY. Yogyakarta (2009).
  24. Sarosa Purwadi dan Tobing, R.L., eds. Moedjiadi et al. (1981). Pengelolan Laboratorium IPA. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  25. Soendjojo Dirdjosoemarto dan Iswojo PIA. (1985). Pengelolaan Laboratorium IPA. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  26. Stranks, Jeremy. (2003). The Handbook of Health and Safety Practice6th ed. Great Britain
  27. Su’mamur. 1967. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta, Indonesia. PT. Toko Gunung Agung.
  28. Tim Konsultan Kimia FFTP UPI. (2004). Cara Menata Alat dan Bahan di Laboratorium Kimia. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.



Last modified: Monday, 7 May 2018, 6:10 AM